Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Pelacur Itu Mendapat Gelar Ibu Indonesia

Dhedi R Ghazali | Wednesday, October 25, 2017 | 0 komentar
Sumber Gambar: kabarmuslim.com
 
 
“Dengan tubuhnya yang gempal perempuan itu memecah batu, dengan tubuhnya yang tebal ia seorang pelacur.

Namanya Nur Hidayah, 35 tahun, kelahiran Tulungagung, Jawa Timur. Ia seorang istri yang ditinggalkan suami (meskipun mereka belum bercerai), ia ibu dari lima anak yang praktis yatim.”

Dua paragraf itulah yang mengawali tulisan Goenawan Mohammad pada majalah Tempo Senin, 15 Desember 2008. Tulisan berjudul “Pelacur” tersebut bisa jadi adalah tulisan demi menyambut Hari Ibu yang jatuh di setiap bulan Desember. Goenawan Mohammad seolah ingin mencoba menerangi lorong gelap dengan rangkaian kata-katanya atau bisa juga mengajak melihat kegelapan dari sisi yang terang.

Di akhir tulisannya, Goenawan Mohammad dengan tegas mengatakan, “Bagi saya ia Ibu Indonesia Tahun 2008. Setidaknya ia kisah tentang harapan dalam hidup yang remang-remang. Memang tuan dan nyonya yang bermoral mengutuknya. Memang polisi merazianya dan para preman memungut paksa uang dari jerih payah di Gunung Bolo itu. Tapi Nur tahu bagaimana tabah. Kebaikan hati bukan mustahil.”

Ya. Seorang pelacur dinisbatkan menjadi Ibu Indonesia 2008 atas dasar kegetiran hidup yang tetap dijalani dengan ketabahan demi masa depan anak-anaknya. Dari sudut perjuangan, tentu Nur Hidayah adalah sosok pejuang tangguh bagi anak-anaknya. Tapi, dari sudut yang lain, apakah seroang pelacur pantas dikatakan sebagai pejuang? Dengan sudut agama misalnya, tentu akan terjadi kesepakatan bahwa pelacur adalah orang yang melakukan pekerjaan yang hina. Lantas, apakah pantas gelar Ibu Indonesia diberikan kepada seseorang yang melakukan pekerjaan yang hina?

Benturan sudah pasti terjadi, antara sisi kemanusiaan dan sisi keimanan. Tiba-tiba di telinga terngiang lantun lagu “Kupu-Kupu Malam” yang didendangkan Titiek Puspa. Ya, lagu ini secara tidak langsung pun ingin mengatakan bahwa, “Menjadi pelacur bukanlah pilihan, tapi sebuah keterpaksaan memilih.” Berbicara terpaksa memilih tentu tak lepas dari pertanyaan, “Siapa yang memaksa?”

Kembali ke Nur Hidayah seorang pelacur beranak lima. Meminjam lirik dari lagu “Kupu-Kupu Malam”, Dosakah yang ia kerjakan, sucikah mereka yang datang? Pertanyaan itu sempat kontroversial dan membuat lagu tersebut dipuji sekaligus dicaci. Lagi-lagi dua sisi berbenturan, sisi kemanusiaan berperang dengan keimanan dan membuat dada bergemuruh, hati berkecamuk dan nalar bercabang. Dosakah? Tentu sisi keimanan akan tegas mengatakan: Dosa! Berbeda dengan sisi kemanusiaan yang menempatkan pertanyaan itu pada tempat yang remang-remang.

Keremangan itu barangkali muncul dari lirik lagu selanjutnya: Yang dia tahu Tuhan penyayang umat-Nya, yang dia tahu hanya menyambung nyawa. Sebuah pembenaran dari ketidakbenaran, kah? Dari sinilah sisi kemanusiaan semakin menonjolkan diri, toh ia melacur untuk menyambung nyawa, toh ada juga pelacur yang masuk surga karena memberi minum anjing. Itulah jawaban dari pertanyaan sebelumnya, “Siapakah yang memaksa?”. Yang memaksa adalah keadaan! Senada dengan Goenawan Mohammad yang melihat Nur Hidayah dari sisi kemanusiaan. Manusia yang tidak berdaya menghadapi keadaan. Keadaanlah yang memaksanya menjadi pelacur demi mencukupi kebutuhan lima anaknya.

Nur Hidayah sejatinya adalah nama yang anggun. Dan tentu orangtuanya tidak asalah memberinya nama Nur Hidayah. Nur adalah cahaya, dan hidayah adalah petunjuk. Petunjuk kepada cahaya, sungguh sesuatu yang luar biasa. Setidaknya ia menjadi petunjuk dan cahaya bagi gelapnya sisi kemanusiaan.

Berbicara kemanusiaan, sesuatu yang perlu dipertanyakan ketika seorang atas nama kemanusiaan dengan getol membela pelacur sebagai korban keadaan namun tidak memberikan solusi apa-apa kepadanya. Ya, sekedar membela demi menunjukkan sisi kemanusiaanya. Mungkin pembelaan seperti itu bukanlah hal penting lagi bagi para pelacur. Sebab mereka melacur demi uang untuk kehidupan, lantas kenapa tidak memberikan mereka uang atau pekerjaan untuk keluar dari pelacuran? Bukankah itu akan lebih manusiakan dari sekedar pembelaan? Begitu juga dengan gelar Ibu Indonesia yang tak akan merubah apa-apa jika Nur Hidayah tetap melacurkan diri. Dia akan tetap menyandang sebutan pelacur yang selama ini sering menjadi pemantik api peperangan antara sisi kemanusiaan dan sisi keimanan.

Lantas, mau berada di sisi mana kita?

Sebelum habis tinta pena ini, sebuah puisi dari Taufik Ismail berikut rasanya perlu untuk menjadi renungan.

Doa Terakhir Seorang Pelacur
Oleh: Taufik Ismail

luka apa saja yang kami teguk bersama malam
sedih apa saja yang kami telan besama embun
nikmat apa saja yang kami sambut bersama subuh
bahagia apa saja kami sajikan pada pagi

hari ini kami berdoa
tuhan, belailah rambut leleki
tuhan, tunjukkanlah jalan lelaki
tuhan, murahkanlah rezeki lelaki
tuhan, lembutkanlah hati lelaki

hari ini kami juga berikrar
tiada sakit yang mendera
tiada obat yang sakti
tiada dokter yang murah
tiada rumah sakit yang sehat

hari ini kami bersedih
tiada pelukkan pada azan
tiada ciuman pada sejadah
tiada doa pada tadah
tiada minta pada permintaan

pada perjalanan menuju ke sebuah liang
kami tersenyum mendengar haru
kanapa air mata terlalu murah
mungkin karena luka mereka yang menarah

doa terakhir kami kepadamu
terima kasih sudah mempersiapkan neraka


Semoga saja Nur Hidayah sedang merapal doa-doa demi terbebas dari jerat keadaan yang memaksanya melacurkan diri. Semoga sisi kemanusiaan tetap sejalan dengan keimanan dan para pelacur kembali sadar untuk menempuh jalan yang benar tanpa lagi ada alasan "terpaksa memilih".

Yogya, 2016


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans detiksisa.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yang memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim) 
 
Setiap artikel di blog ini murni hasil karya : Dhedi R Ghazali
Kehidupan Tanpa Batas

Bencana Adalah Peringatan-Nya

Dhedi R Ghazali | Saturday, February 15, 2014 | 0 komentar
Bencana Adalah Peringatan-Nya


“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash, 28 : 59)

“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud : 117)


Itulah dua ayat Al-Qur'an yang meggambarkan keadaan Indonesia saat ini. Saat ini begitu banyak bencana yang sedang terjadi dinegara tercinta kita. Mulai dari banjir, gempa dan gunung meletus berderetan datang saling menggantikan. Tumpahan air mata membanjiri, nyawa-nyawa hilang, harta benda, sanak saudara juga tak luput dari bencana. Saat bencana datang tak hanya orang miskin yang terkena dampaknya, orang kaya pun juga terkena dampaknya. Tidak hanya orang pinggiran, orang penuh jabatan pun juga terkena.

Itulah bencana, sebuah kata yang sungguh membuat orang menjadi berlumuran luka dan duka. Sayangnya manusia utamanya di negara kita belum juga sadar dan paham bahwa bencana adalah peringatan dari Allah atas segala kezaliman dan perbuatan menyimpang agama yang sering dilakukan oleh rakyat Indonesia. Seolah tidak mau berkaca justru setiap tahun tindak kezaliman semakin meningkat pesat. Mulai dari kasus korupsi, pornografi, pornoaksi dan lain sebagainya semakin menggila di negara tercinta kita ini. Pantas saja jika Allah SWT memberikan peringatan kepada kita lewat bencana yang saat ini silih berganti datang. Perlu kita ketahui, memang tidak semua orang di Negara ini melakukan kezaliman bahkan tak sedikit juga yang melakukan kebaikan. Akan tetapi meskipun demikian, yang terkena dampak dari bencana adalah tidak hanya orang yang berbuat kezaliman, orang yang berbuat kebaikan pun akan terkena dampak dari sebuah bencana. Banyak ayat yang menyajikan bahwa sesungguhnya bencana adalah bentuk peringatan dari Allah SWT atas perbuatan manusia di dunia ini. Beberapa ayat tersebut adalah :

“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash, 28 : 59)

“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud : 117) 

Dari ayat diatas sudahlah jelas bahwa bencana yang ada adalah bentuk peringatan atas segala kezaliman yang diperbuat oleh manusia. Bencana Ini Adalah Peringatan. Maka sudah sepantasnya kita mengambil hikmah dari setiap bencana yang ada. Kita ingat-ingat kembali kezaliman dan kesalahan apa saja yang telah kita perbuat hingga Allah memberikan peringatan lewat bencana. Percayalah Allah SWT itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang maka Allah tidak akan pernah menzalimi manusia. Dengan menurunkan bencana bukan berarti Allah telah menzalimi kita, justru kitalah yang menzalimi Allah SWT dengan mengabaikan peringatan, larangan dan kewajiban yang telah Allah berikan kepada kita.

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah selalu mengawasi setiap jejak langkah kita, setiap detik dalam kehidupan kita dan setiap helaian nafas kita. Segala yang kita perbuat akan dengan mudah diketahui oleh Allah SWT. Sadarlah bahwa hidup didunia ini hanyalah sementara, bahagia didalamnya pun hanyalah kebahagiaan fana yang tak akan abadi untuk selamanya. Masih ada bahagia nyata dan kekal di Surga-Nya. Lantas apakah kita akan menyia-nyiakan waktu kita didunia untuk menjauhi surga dan mendekati neraka ??? Silahkan renungkan. " INGAT !! BENCANA INI ADALAH PERINGATAN !! "



Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas

Fenomena Valentine Day

Dhedi R Ghazali | Tuesday, February 11, 2014 | 2komentar
Fenomena Valentine Day
Bulan ini adalah bulan februari. Apa yang spesial dengan bulan februari??. Ya, yang spesial pada bulan ini adalah adanya valentine’s day atau yang akrab disebut sebagai hari kasih sayanng yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Wuihhh keren ya . .Namun bagi saya pribadi hari valentine day itu tidak ada. Setelah saya cari sejarah tentang valentine day, ternyata banyak banget sejarah yang berbeda-beda. Nah ini yang membuat saya bingung sebenarnya velentine day itu apa dan sebenarnya ada tidak hari valentine day itu ??. Saya yakin setiap orang akan berpendapat berbeda-beda satu dengan lainnya terutama kalau sudah disangkut pautkan dengan agama. Dan dalam agama saya ( Islam ) memang tidak dianjurkan bahkan diharamkan untuk meyakini adanya valentine day. Namun dalam artikel ini bukan itu yang ingin saya bahas. Akan tetapi yang ingin saya bahas disini adalah tentang fenomena kenyataan yang ada dalam hari tersebut.

Valentine day ajang sex bebas !!!

Fenomena yang sering muncul saat hari kasih sayang adalah naiknya omset penjualan kondom sampai berkali-kali lipat. Baca berita ini (http://news.okezone.com/read/2013/02/13/340/761419/waduh-jelang-valentine-penjualan-kondom-naik-500-persen ). Inilah yang perlu diwaspadai oleh kita khususnya para muda-mudi yang belum menikah. Jangan sampai kita ikut terjerumus didalamnya. Saat ini banyak orang yang ingin membuktikan rasa kasih sayang ataupun rasa cintanya kepada seseorang dengan jalan berhubungan intim layaknya suami istri. Tak jarang juga yang meminta keperawanan pasanganya sebagai pembuktian cintanya. Nah hlo, bagi para wanita diluar sana, apa rela kesucian kalian dikorbankan hanya demi kata “ CINTA “ ?. Sungguh sebuah ironi ketika cinta itu dijadikan alasan untuk mendapatkan kesenangan sementara saja. Kesalahpahaman tentang arti CINTA membuat banyak remaja yang terjerumus dalam sex bebas. Dan celakanya lagi, hari valentine day sering dijadikan ajang untuk melakukan semua itu. 

Apakah Pembuktian Cinta cukup dengan cokelat, bunga, ciuman, pelukan atau bahkan berhubungan badan ??

Saya sungguh prihatin dengan keadaan remaja indonesia saat ini, Gaya pacaran remaja saat ini sungguh mengkhawatirkan dan telah melewati batas. Seolah pembuktian cinta itu hanya sebatas dengan nafsu belaka. Seharusnya kalau memang kita mencintai seseorang maka segeralah melamarnya dan dilanjutkan dengan menikahinya. Itulah yang namanya benar-benar CINTA. Cinta itu tidak hanya sebatas diungkapkan dengan kata-kata saja atau dengan memberikan ucapan, memberikan kado, bunga, cokelat, ciuman, pelukan dan lain sebagainya. Jangan sampai kita salah dalam mengartikan CINTA. Saya sendiri belum benar-benar  tahu apa itu CINTA, tapi yang saya tahu rasanya sangat salah sekali jika CINTA hanya ditukar dengan hal-hal yang telah saya sebutkan diatas. Karena bagi saya CINTA itu hanya bisa dibuktikan dengan MENIKAH, bukan yang lain.

Ya inilah sedikit tulisan dari saya menanggapi Valentine day yang sebentar lagi akan tiba. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Mungkin tulisan ini akan menimbulkan banyak pro dan kontra namun bagi saya itu adalah sebuah kewajaran. Semoga kita selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, Aamiin . .

Baca juga :



Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas

Fenomena Dakwah Di Indonesia

Dhedi R Ghazali | Sunday, January 26, 2014 | 0 komentar

Fenomena Dakwah Di Indonesia
Begitu banyak cara dakwah di Indonesia. Bahkan dakwah saat ini merambah kedunia pertelevisian kita selama beberapa tahun terakhir ini. Banyak pula ustad ataupun ustadzah yang namanya meroket karena adanya acara dakwah ditelevisi. Tentunya ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi kaum muslin khususnya di Indonesia. Namun beberapa periode terakhir ini pula banyak sorotan tentang " Dakwah Humor ". Apa itu dakwah lelucon ??? Dakwah lelucan adalah dakwah yang didalamnya diselingi dengan humoran dari pengemban dakwah. Dakwah seperti ini yang sering muncul dipertelevisian kita. 

Ini yang menjadi menarik untuk kita bahas. Banyak pro kontra tentang dakwah humor ini. Ada yang setuju karena dengan adanya humor dakwah menjadi lebih nyaman untuk didengarkan adapula yang tidak setuju karena dikhawatirkan justru akan lebih banyak humornya daripada unti dari dakwah yang sebenarnya. Saya pribadi tidak setuju jika dakwah teralu banyak diselingi dengan humor ataupun lelucon yang lebih banyak daripada materi dakwah yang disampaikan. Memang tidak ada salahnya berdakwah dengan humoran ataupun lelucon didalamnya dengan catatan materi dakwah yang ingin disampaikan tetap menjadi prioritas utama.

Parahnya, saat ini masyarakat banyak yang lebih tertarik mengkonsumsi dakwah dengan banyak lelucon ataupun humoran didalamnya. Para da'i yang populer saat ini adalah da'i yang bisa berhumor saat berdakwah daripada para da'i yang lurus berdakwah dan hanya diselingi sedikit lelucon yang berkualitas. Yang lebih memprihatinkan adalah humoran ataupun lelucon yang disajikan adalah lelucon yang tidak berkualitas. Memang yang menentukan pahala dari dakwah seseorang hanyalah Allah SWT. Kita sebagai manusia tidak bisa menentukan seberapa besar pahala yang didapatkan oleh para da'i. Fenomena dakwah humor  inilah yang saat ini menjadi buah bibir dan sorotan. Terlebih lagi saat ini para da'i yang berdakwah ditelevisi justru terkesan terlihat sebagai selebritis daripada seorang da'i. Bahkan tidak sedikit pula da'i yang tersandung gosip-gosip layaknya gosip para penyayi dataupun pemain sinetron. Kalau sudah begini lantas apakah ajaran islam bisa diserap dengan benar oleh kaum muslimin dinegara kita ??? Bagaimana menuru Anda dengan fenomena dakwah seperti ini ???

Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)



Kehidupan Tanpa Batas

Opini ( Dimana Nurani dan Hati Mereka ??? )

Dhedi R Ghazali | Sunday, January 19, 2014 | 0 komentar

Saat ini berbagai acara humor dengan beraneka kemasan sedang mewabah ditelevisi kita. Mulai dari humor dengan jogetan dan lain sebagainya. Bahkan salah satu acara yang bertema sama menjadi ranking paling atas di pertelevisian negara kita ini. Bersamaan dengan itu banyak pula berita-berita tentang musibah yang sedang melanda di negara kita. Mulai dari banjir, banjir bandang, longsor dan gunung meletus. Sungguh perbedaan yang begitu terlihat jelas. Disisi lain banyak orang yang sedang asyik diacara humor dengan tawa dan senyum lebarnya sedangkan disisi lain tak sedikit pula yang meringis dan menangis atas apa yang menimpa mereka.

Dari sinilah saya mulai berfikir, bagaimana seandainya yang menjadi korban itu adalah keluarga mereka yang sedang asyik diacara humor tersebut dengan tawa dan jogetannya atau mungkin artis yang berpartisipasi dalam diacara tersebut, masihkah mereka bisa tersenyum dan tertawa lepas? Bagi saya ini adalah sebuah ironi yang sungguh menggelitik hati dan nurani. Seakan-akan mereka sedang tertawa diatas air mata saudara-saudara kita yang sedang ditimpa bencana. Fakta macam apa ini. Sungguh fakta yang amat memprihatinkan.

Mungkin setiap orang mempunyai pandangan berbeda dalam mensikapi fenomena ini. Ada yang pro dan kontra wajar adanya. Tapi bagi saya ini adalah bentuk dari ketidaktoleransian antar sesama Warga Negara Indonesia. Sebuah contoh nyata merosotnya moral dan kesetiakawanan. Dan contoh nyata dari ungkapan " Bersenang senang diatas penderitaan orang lain ". Bagaimana menurut Anda ???

Kehidupan Tanpa Batas

Kecerdasan Dalam Diri Manusia

Dhedi R Ghazali | Tuesday, January 07, 2014 | 0 komentar
Kecerdasan Dalam Diri Manusia
Kecerdasan . . Siapa yang tak mengenal kata ini. Kecerdasan saat ini sangat diutamakan dalam sesorang meraih kesuksesan. Orang yang sukses seringkali diartikan sebagai orang yang cerdas. Pada tahun 1980-an, Prof.Gardner melakukan penilitian yang  menghasilkan sebuah penemuan bahwa didalam diri manusia terdapat delapan jenis kecerdasan. Setiap kecerdasan memiliki porsi yang berbeda dan menempati area yang berbeda pula di otak kiri dan kanan. Kecerdasan yang bervariasi ini disebut Kecerdasan Multipel ( Multiple Intellegence ). Namun disini saya akan sedikit menjelaskan tentang 3 kecerdasan yang menurut saya merupakan kecerdasan yang sangat berpengaruh dalam menjalani kehidupan kita. Ketiga kecerdasan tersebut adalah :

1.    Kecerdasan Intelegensi ( Intellegence Qouitient ) disingkat IQ

Secara harfiah IQ berasal dari dua kata yaitu Intellegence yang berarti kekuatan mental untuk memahami dan berfikir dan Quotient yang berarti hasil bagi. Pada dasarnya tes IQ adalah “ disability test “ bukan “ ability test “. Yang lebih berfungsi untuk menguji apa yang tidakkta bisa daripada apa yang kita bisa.  Sampai saat ini, Tes IQ masih menjadi syarat untuk masuk sekolah dan mendapatkan pekerjaan. Namun tahukah Anda, bahwa IQ hanya berpengaruh 20% terhadap niolai didunia pendidikan dan hanya sekitar 10 % saja berpengaruh dalam dunia pekerjaan. Tapi sayangnya tes IQ seringkali dijadikan patokan kesuksesan seseorang sehingga tak jarang kita dengar orang tua yang sering berbicara “ Sekolah yang rajin nak, dan dapatkan nilai yang  baik agar besuk mendapat pekerjaan yang layak “. Padahal faktanya kecerdasan adalah sangat unik, dinamis dan beragam untuk setiap orang.

2.    Kecerdasan Emosional ( Emotional Quoitient ) disingkat EQ

EQ pertama kali dikenalkan pada tahun 1955 oleh Daniel Goelman lewat bukunya yang berjudul Emotional Intellegence  - Why it can matter More Than IQ. Didalam bukunya tersebut Goelman mengungkapkan beberapa macam emosi diantaranya adalah Amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan,cinta, terkejut, jengkel dan malu. Menurutnya juga bahwasannya kesuksesan dalam hidup merupakan kombinasi dari 20% IQ dan 80% EQ. Seolah hal ini juga dibenarkan oleh Alfa Edison yang pernah berkata  “ Kesuksesan itu satu persen bakat dan Sembilan puluh persen keringat “.  EQ saat ini diuanggap sebagai factor yang lebih penting daripada IQ khususnya didunia kerja. Seorang yang mempunyai EQ yang baik akan mampu menunjukkan prestasi didalam kerjanya disbanding dengan orang yang ber-IQ tinggi. Maka wajar banyak bermunculan tokoh besar yang meraih kesuksesan meski tidak memiliki gelar Sarjana.

3.    Kecerdasan Spiritual ( Spiritual Quotient ) disingkat SQ

SQ saat ini diyakini sebagai tingkatan tertinggi dari kecerdasan yang digunakan untuk menghasilkan sebuah arti dan nilai. Dua kecerdasan sebelumnya yaitu IQ dan EQ merupakan bagian yang terintegrasi dari SQ. Didalam otak manusia terdapat God Spot. God Spot merupakan bagian otak manusia yang mampu menyerap kejadian spiritual, menyadari kehadiran Tuhan dan memaknai kehidupan. SQ sangat berpengaruh pada kepribadian seseorang. Bagaimana dia menyikapi setiap masalah yang ada,bagaimana dia bersikap dan bagaimana dia menjaga diri menghindar dari hal-hal yang buruk merupakan beberapa hal yang dipengaruhi oleh SQ.

Itukah sedikit penjelasan tentang tiga jenis kecerdasan yang saya menurut saya paling berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Yang ingin saya tekankan adalah bahwasannya IQyang tinggi bukanlah syarat mutlak seseorang untuk dapatmeraih kesuksesan. Sekolah yang tinggi dan meraih nilai yang tinggi bukanlah sesuatu hal yang salah bahkan itu adalah hal yang benar, akan tetapi sepantasnya semua itu kita imbangi dengan EQ dan SQ yang baik pula. Banyak orang yang mempunyai kecerdasan IQ namun EQ dan SQ nya kurang baik sehingga kecerdasan yang dia miliki banyak digunakan untuk melakukan hal yang buruk. Misalnya saja ada orang yang IQ nya tinggi dan pandai membuat nuklir, namun kepandainnya tersebut justru disalah gunakan dengan cara membuat nuklir untuk menghancurkan Negara lain. Itulah yang ingin saya sampaikan, tanpa EQ dan SQ yang baik maka IQ yang tinggi justru akan menimbulkan keburukan.

===========================================================================
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali


Kehidupan Tanpa Batas

Kesalahan Pola Pikir Mahasiswa

Dhedi R Ghazali | Saturday, January 04, 2014 | 3komentar
Kesalahan Pola Pikir Mahasiswa
Pendidikan adalah hal yang saat ini menjadi penting bagi setiap orang. Dengan pendidikan diharapkan sesorang akan mudah mendapatkan pekerjaan dan mengangkat derajat keluarganya. Minimal bisa lebih baik dari kehidupan kedua orang tuanya. Tak sedikit orang tua yang menyekolahkan anaknya sampai jenjang yang tinggi. Dikuliahkan di perguruan favorit dengan biaya yang tidak sedikit. Dan kita tahu setiap orang tua menginginkan agar kehidupan anaknya kedepan tidak suram. Namun bukan itu yang ingin saya bahas. Kali ini saya ingin membahas tentang fenomena yang ada dalam dunia pendidikan. Pembahasan ini berdasarkan pengalaman saya selama menempuh pendidikan sampai akhirnya mendapatkan gelar sarjana saya. Ada fenomena yang menarik yang selama ini menggelitik dibenak saya. Fenomena apa itu ???

Fenomena itu adalah selama ini para pelajar ataupun mahasiswa kebanyakan berorentasi pada “ nilai “. Mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik didalam kelasnya dengan mendapatkan nilai-nilai sempurna disetiap mata pelajaran ataupun mata kuliah yang diajarkan didalamnya. Nilai terbaik seolah menjadi tujuan utama dalam pendidikan yang kita jalani. Dari sini pula saya sering melihat kecenderungan sifat egois pada mereka. Kenapa saya katakan egois ?? Pernah suatu saat saya tidak bisa mengerjakan tugas  dalam salah satu mata kuliah yang sedang saya tempuh. Karena sudah mentok, saya mencoba bertanya pada teman yang saya anggap bisa karena nilai dia selalu diatas nilai saya. Namun apa yang terjadi ?? Dia menjawab “ maaf saya juga tidak bisa “. Beberapa hari kemudian saya terkejut kareba Waktu itu dia mampu mengerjakan tugas tersebut dengan benar dan mendapatkan nilai yang tertinggi. Pernahkah Anda mengalami hal tersebut ?? Inilah yang saya sebut egois, terkadang daam persaingan mendapatkan nilai tertinggi setiap orang selalu enggan untuk membagi ilmunya karena takut akan tersaingi oleh orang lain. Lantas, Apakah menurut Anda dengan mendapatkan nilai tertinggi disetiap mata kuliah atau mata pelajaran sudah membuat kita yakin akan suskes dalam menjalani kehidupan setelah kita lulus ???. Oke, setiap orang tua pasti akan bangga ketika anaknya menjadi lulusan terbaik dengan nilai yang memuaskan. Namun tak sadarkah Anda, ketika selama mengenyam pendidikan orientasi kita hanya pada nilai tinggi saat itu juga kita hanya ibarat robot yang diciptakan untuk mendapat nilai tinggi dan hanya fokus pada nilai tersebut. Kita hanya akan belajar untuk mendapat nilai tertinggi, belajar hanya sekedar apa yang ada dalam kurikulum saja. Ketika itu yang terjadi kita hanya akan tumbuh menjadi orang yang “ penurut “ bukan orang yang “ Kreatif “. Seoarang penurut hanya akan menurut pada sebuah perintah ataupun aturan akan tetapi ketika tidak ada perintah atau aturan orang tersebut tidak akan bisa berbuat apa-apa. Sedangkan orang kreatif akan senantiasa selalu berfikir dan mengembangkan apa yang ada dalam dirinya untuk tetap melakukan sesuat demi kesuksesan didalam hidupnya.

Berikut ini saya kutip beberapa kalimat pidato yang disampaikan oleh Erica Goldson (siswi SMA) pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010. Erica Goldson adalah wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun itu.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini.
Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”

Dari pidato diatas dapat kita lihat bahwa selama ini dia terjerumus dalam sistem indoktrinasi yang pada akhirnya yang dia dapatkan hanyalah sebuah kertas yang mensertifikasi bahwa dia sudah mampu bekerja ( Ijazah ). Selama ini yang dia pelajari hanyalah belajar untuk mendapatkan nilai tinggi dalam setiap mata pelajaran dan akhirnya dia lulus dengan nilai terbaik. Namun dia merasa ketakutan ??? Kenapa demikian. Selama ini dia hanya belajar dan belajar untuk menjadi lulusan terbaik. Dia hanya berfokus pada Hard Skill saja. Setiap mata pelajaran dia kuasai namun dia lupa bahwa terbaik dalam nilai itu hal yang berbeda dengan terbaik dalam hidup. Maksudnya adalah nilai yang tinggi tidak akan menjamin seseorang untuk bisa meraih kesusksesan dalam hidup ini. Karena Apa ?? Untuk sukses dalam hidup tidak cukup hanya bermodal ijazah dengan nilai yang tinggi dan juga dengan kepandaian yang luar biasa. Kita tidak boleh lupa bahwa kehidupan dunia nyata memerlukan ketrampilan berkomunikasi, berdiplomasi, hubungan antar personal, dan lain-lain. Ketika seseorang dengan Hard Skill yang bagus namun tidak mempunyai Soft Skill yang bagus pula maka orang tersebut belum tentu akan mampu meraih sebuah kesuksesan.

Selama ini saya melihat banyak mahasiswa yang terjebak dalam periode indoktrinasi sehingga yang ada dalam pikiran mereka hanyalah belajar dan belajar, kuliah dan kuliah untuk meraih nilai tertinggi dengan cara apapun. Rajin mengerjakan tugas dengan nilai yang memuaskan. Memang setiap Mahasiswa harus mendapat nilai tinggi dalam mata kuliahnya. Dan memang seharusnya seperti itu, itu bukan hal yang salah ketika menginginkan IPK tinggi pada akhirnya mereka lulus dengan predikat cum-loude. Namun ketika kuliah kita hanya diisi dengan hal tersebut tanpa pernah mencoba untuk bergabung dengan organisasi kemahasiswaan, himpunan mahasiswa, UKM dll maka kita tidak akan mendapatkan Soft Skill yang akan sangat kita butuhkan ketika terjun dalam dunia kerja. Dan faktanya juga saya melihat banyak Mahasiswa yang selama kuliah IPK nya tinggi justru sampai saat ini masih belum mendapatkan pekerjaan. Namun justru banyak mahasiswa yang dengan IPK nya pas-pasan akan tetapi dia aktif dalam organisasi dan kegiatan kampusnya sudah mendapat pekerjaan bahkan tak sedikit pula sukses dengan membuka usaha sendiri.
Untuk itu bagi Anda yang masih menempuh pendidikan perlulah Anda pahami bahwa untuk hidup di dunia nyata seorang  tidak bisa hanya berbekal nilai tertinggi, namun dia juga memerlukan ketrampilan hidup semacam soft skill yang hanya didapatkan dari pengembangan diri dalam bidang non-akademis. Oleh karena itu, mulai saat ini marilah mencoba untuk mengembangkan soft skill kita dengan cara mengikuti kegiatan kampus ataupun organisani didalamnya agar kita dapat mendapatkan keahlian lain didalam diri kita dan mampu mengembangkannya untuk bekal menghadapi dunia nyata setelah kita lulus nanti. 

===========================================================================
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali



Kehidupan Tanpa Batas

Kebobrokan Generasi Muda Penerus Bangsa

Dhedi R Ghazali | Friday, January 03, 2014 | 1komentar
Kebobrokan Generasi Muda Penerus Bangsa
Apa yang terjadi pada remaja Indonesia saat ini ?? Remaja yang notabene adalah sebagai generasi penerus bangsa yang faktanya saat ini justru banyak yang kehidupannya sangat memprihatinkan. Bayangkan saja, banyak kasus seks bebas, narkoba , minuman keras, kerusuhan, perkelahian antar remaja, pornografi, pornoaksi, tawuran dan lain sebagainya yang didominasi remaja. Bahkan sering saya dengar berita anak SD ataupun SMP yang sudah terjerumus dalam seks bebas. Sungguh ironi yang sangat membuat miris hati. Negara kita yang terkenal dengan sopan santunnya itu telah hilang seiring dengan pekembangan zaman yang begitu cepat. Remaja di Negara kita saat ini tidak berbeda jauh dengan para remaja di Negara Barat yang cenderung mempunyai kehidupan yang bebas. Itulah fakta yang selama ini terjadi dan sudah terlihat jelas dalam masyarakat kita. “Boro-boro” belajar, malahan banyak yang membolos pada saat jam sekolah. Ketika ujian banyak siswa yang tidak lulus, ujung-ujungnya menyalahkan pemerintah dengan ujian nasionalnya hingga banyak yang meminta ujian nasional dihapus. Begitu bobroknya akhlak remaja saat ini yang “digadang-gadang” sebagai generasi penerus masa depan. Lantas apa sebenarnya penyebab semua ini ?? Mari kita cari tahu bersama.

Kita semua tahu bahwa masa muda adalah masa yang sangat rentan dengan hal-hal yang bisa menjerumuskan kedalam kubangan kemaksiatan dan kebobrokan akhlak. Masa muda adalah masa dimana digunakan untuk mencari jati diri, mencoba hal yang baru dan juga waktu untuk mencari kesenangan serta kepuasan didalam kehidupan. Disisi lain remaja juga dituntut untuk menjadi generasi masa depan yang akan membawa Negara ini menuju kemajuan. Namun seiring perkembangan zaman yang serba mudah, serba penuh kesenangan menjadi tantangan yang sangat berat bagi remaja. Tontonan televisi, tuntunan dari keseharian tempat mereka berada dan pengaruh dari dunia barat telah memakan mentah-mentah akhlak dan perilaku remaja saat ini. Sebagai contohnya adalah cara berpakaian remaja putri saat ini yang serba ketat dan seksi yang mereka tiru dari cara berpakaian remaja barat. Secara tidak laangsung tentunya ini akan berdampak luas terhadap kehidupan mereka. Saya yakin ketika seorang remaja pria yang melihat remaja wanita yang berpakaian seksi pasti akan menimbulkan nafsu dan pikiran kotor dimata para pria. Lebih jauh lagi pasti akan memberikan celah-celah seks bebas yang berdampak pada hamil diluar nikah dan ujung-ujungnya arbosi. Itu baru satu contoh dari sisi pornografi saja. Masih banyak contoh lain seperti masalah tawuran, miras dan narkoba yang jelas-jelas telah membawa remaja menuju kehancuran.
Lalu apa yang sebenarnya menjadi penyebab semua ini ??? Menurut saya setidaknya ada 3 hal yang menyebabkan kebobrokan remaja saat ini. Tiga hal tersebut adalah :

1.    Sekulerisme     
Memisahkan agama dari kehidupan. Agama hanya dibolehkan dalam ibadah spiritual saja dan diharamkan ikut campur dalam pengaturan kehidupan manusia. Dengan paham ini remaja diajarkan untuk tidak mencampur adukan antara agama dan kehidupan sehingga segala sesuatu yang mereka lakukan dalam kehidupan tidak dilandaskan atas dasar halal haram, kalau sudah beribadah berarti sudah menunaikan kewajiban agama. Seolah agama hanya dijadikan sebagai ibadah ritual belaka. Agama hanya dianggap sebagai pengatur urusan dengan Tuhan dan tidak ada campur tangan untuk menentukan hal-hal yang berbau dengan keduniaan. Tentunya hal ini berakibat fatal terhadap perilaku remaja. Perilaku yang menyimpang dianggap tidak ada kaitannya dengan agama.

2.    Liberalisme    
Paham yang mengajarkan bahwa manusia bebas mengatur hidupnya sendiri, kebebasan dalam individu, berpendapat, berperilaku, beragama dll. Remaja diajarkan untuk melakukan segala hal sesuai keinginan mereka sendiri tanpa ada batasan-batasan yang jelas. Paham ini tidak lepas dari Kebebasan HAM yang menjadi Jargonnya. Ketika mereka berperilaku negative mereka merasa bahwa itu adalah hidup mereka, hidup mereka adalah pilihan mereka dan orang lain tidak bolehikut campur didalamnya. Bahkan ketika orang tua mengingatkan anaknya tak jarang anak tersebut menjadikan kebebasan menjadi alasan. “ Saya sudah besar, tidak perlu diatur-atur lagi. Saya itu sudah punya hak untuk memilih hidup saya “. Itulah setidaknya kalimat yang sering muncul akibat dari kebebasan yang tidak jelas batasannya.

3.    Hedonisme 
Menghalalkan berbagai cara untuk bisa mendapatkan kenikmatan materi dan jasadi termasuk dengan seks bebas. Slogan paham ini adalah 3F. Fun (kesenangan), Food (makanan / Pesta) dan Fashion (busana). Para remaja diajarkan untuk memburu kenikmatan terutama lewat makanan, cara berpakaian dan kesenangan ( seks bebas, kehidupan malam). Cara yang dilakukan tidak jauh dengan remaja barat yaitu melalui miras, narkoba, cara berpakaian yang “kebarata-baratan” serta seks bebas. Hidup seolah hanya diisi dengan bersenang-senang dan berfoya-foya. Tanpa memikirkan akibat buruk yang akan dihasilkan.

Itulah 3 hal yang menurut saya sangat mempengaruhi kebobrokan remaja Negara tercinta kita ini. Mau tidak mau kita harus membuka mata atas fakta yang saat ini mendera remaja. Tidak tertutup kemungkinan anak kita, keluarga kita, adik kita, kakak kita, saudara kita atau sahabat kita terpengaruh 3 hal tersebut. Untuk itu marilah kita senantiasa waspada dalam menjalani kehidupan ini. Jadikanlah agama sebagi hal pertama dan utama untuk membibimbing serta mengarahkan kita dalam mengarungi kehidupan ini. Ingatlah bahwa hidup didunia ini hanyalah sementara dan semua yang kita lakukan serta kerjakan sungguh kelak akan dimintai pertanggung jawaban oleh-Nya. Jangan sia-siakan hidup ini hanya untuk mencari kesenangan fana yang hanya seketika, masih ada kesenangan yang abadi diakhirat kelak. Jadikanlah hidup ini sebagai sarana untuk mendapatkan pahala demi meraih surga yang akan memberikan kebahagiaan yang selamanya bisa kita rasa.

Ya Allah. Hambamu ini telah tersesat jalan. Ampunilah dosa-dosa hambamu ini. Sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan penerima taubat . Berilah kekuatan kepadaku untuk menghadapi godaan keremajaan ini. Anugerahkan kepadaku perasaan benci kepada maksiat. Hiasilah diriku dengan akhlak yang mulia. Berikan sahabat yang menjauhkanku dari maksiat. Berikan aku jodoh yang membawaku kedalam surgamu yang telah Engkau janjikan. Dan senantiasalah berikan hidayah dan inayah pada HAmba agar tetap berada dijalan menuju surge. Amiin . .

===========================================================================
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali

Kehidupan Tanpa Batas

Indonesiaku, Negara Yang Membingungkanku

Dhedi R Ghazali | Friday, January 03, 2014 | 0 komentar
Indonesiaku, Negara Yang Membingungkanku
Melihat fakta yang ada dalam negara tercinta ini sungguh membuat saya merasa bingung dengan segala keadaan yang ada. Berbagai ketidakadilan terlihat dimana-mana. Korupsi, kejahatan, kemiskinan dan banyak lagi yang lainnya yang membuat setiap orang mengelus dada. Ketimpangan terjadi antara si Kaya dan si Miskin, kesenjangan sosial menjadi hal yang sudah wajar dan dnegan mudah ditemukan dipelosok negri yang konon kaya akan sumber daya alam ini. Itulah yang melandasi saya untuk membuat puisi berjudul " Negara semakin Membingungkan ". Sebuah puisi yang menggambarkan keadaan negara yang tengah carut marut, sebuah puisi yang tercipta dari keprihatinan saya akan negri ini.

Dunia ini semakin membingungkan
Keadilan sulit didapatkan
Kesejahteraan menjauh semakin memudar
Berlahan menghilang
Uang jadi raja
Bisa membeli segalanya
Benda,tahta bahkan nyawa
Dunia semakin membingungkan
Yang diatas berebut kekuasaan,
Yang dibawah berebut makanan
Sebuah perbedaan yang menyedihkan
Sebagian kami tidur dikolong jembatan
Sedang sebagiannnya tidur diranjang majikan,
Tanpa malu tanpa pakaian
Kehormatan mereka jual
Dunia ini semakin membingungkan
Kebohongan tlah jadi kebiasaan,
Main tikam dari belakang sesuatu yang wajar
Hanya demi sebuah kekuasaan
Kekuasaan yang sesungguhnya jadi beban,
Kini jadi rebutan
Entah apa yang mereka inginkan
Dunia ini semakin membingungkan
Membuat sebagian kami jadi gila
Tak bisa bedakan dosa atau bukan
Entah sampai kapan semua begini
Kami tak peduli otak kami sudah mati
Tak sanggup berfikir lagi



Ituah puisi yang saya ciptakan untuk meluapkan rasa yang sedang saya alami ketika sering melihat berita dan membaca ironi-ironi yang ada didalam negri ini. Menurut Anda, sudahkan negara tercinta ini mampu mensejahterkan kehidupan rakatnnya sesuai amanat dalam pembukaan UUD 1945 ??

===========================================================================
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali
Kehidupan Tanpa Batas

Arti Sebuah Pandangan Hidup

Dhedi R Ghazali | Tuesday, December 17, 2013 | 0 komentar

Arti Sebuah Pandangan Hidup

Setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup. Dan pastilah antara manusia satu dengan manusia yang lain memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda. Lalu apa pandangan hidup Anda ?? Sebelum menjawab pertanyaan diatas, mungkin tulisan saya dibawah ini bisa membantu Anda untuk mencari pandangan hidup yang tepat dalam menjalani kehidupan kita.
Apa itu pandangan hidup ??? 

Bedasar referensi yang sudah saya baca, secara umum pandangan hidup diartikan sebagai pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Dari arti diatas saya menyimpulkan bahwa pandangan hidup merupakan hal yang penting dalam menjalani kehidupan kita didunia ini, pandangan hidup ibaratkan plang arah tujuan dipinggir jalan yang akan memberikan petunjuk kepada kita hingga kita menemukan tempat yang tepat sesuai tujuan kita. Memang ini tidak mutlak, karena bisa saja kita mencari jalan alternatif dan tidak mengikuti plang yang ada, toh akhirnya bisa sampai tuuan juga. Namun ingat, jika kita menggunakan jalur dengan plang yang tepat maka kita akan lebih cepat sampai pada tujuan.

Disinilah pandangan hidup itu berperan, jika kita mempunyai pandangan hidup yang benar dan kita menggunkannya maka kita akan menjadi pribadi yang kokoh dan tak tergoyahkan oleh orang lain. Sayangnya banyak kasus yang terjadi adalah kebanyakan orang memiliki pandangan hidup yang salah dan hanya berorientasi kepada dunia saja sehingga kehidupan yang dia jalani hanya serta merta untuk meraih kebahagiaan didunia saja.

Sebagai contoh, banyak orang yang menggunakan kata-kata bijak dan kata-kata motivasi dari motivator terkenal sebagai pandangan hidup mereka. Disinilah letak kesalahan yang sering terjadi. Memang menggunakan kata-kata bijak bukanlah hal yang salah akan tetapi lebih bijak lagi ketika kita hanya jadikan kata-kata tersebut sebagai motivasi tambahan untuk menunjang pandangan hidup kita. Lalu apa yang harus kita jadikan pandangan hidup ???

Setiap manusia secara fitrah pasti mempercayai adannya sang pencipta. Dan hal tersebut akan membuat manusia mempunyai kepercayaan atau disebut juga sebagai agama. Dan agama itulah yang harusnya kita jadikan pandangan hidup, bukan yang lain. Kita menyadari bahwa banyak agama didunia ini, dan setiap agama pasti mengajarkan kebaikan bagi para penganutnya. Termasuk islam. Didalam agama islam banyak diajarkan tantang bagaimana seharusnya kita menjalani hidup ini. Entah itu dalam hal ibadah, hubungan dengan sesama manusia dan bagaimana manusia harus bersikap terhadap dirinya sendiri. Tiga lingkup kehidupan yang kita jalani yaitu : bagaimana kita berhubungan dengan Pencipta, bagaimana kita berhubungan dengan manusia lain dan bagaimana kita berhubungan dengan diri sendiri, semua diatur dalam agama islam. Jadi kesimpulannya adalah bahwa agama islam merupakan pandangan hidup yang tepat untuk kita menjalani kehidupan. Karena dengannya kita akan mendapapatkan kesuksesan dunia dan akhirat.

Janganlah sampai orientasi hidup kita didunia ini hanyalah untuk mengejar nikmat dunia saja, karena semua itu hanya fana dan sementara. Jangan sampai pula kita memiliki pandangan hidup yang salah, karena meskipun kita mempunyai pandangan hidup yang kita anggap baik dan membawa kita menuju kesuksesan dunia belum tentu semua itu akan membawa kita mendapat sukses akhirat juga. Ingatlah bahwa setiap orang akan menjumpai kematian dan sudah sewajarnya kita memikirkan pula apa yang ada setelah kematian dan apa yang akan kita dapat setelah kematian tersebut. Sesuatu yang dianggap benar menurut manusia belum tentu benar menurut Allah. Semoga Allah senantiasa menujukkan jalan menuju kebenaran dan surga kepada kita serta selalu membimbing langkah-langkah kita mendekat mendapatkan ridho-Nya.

Maka berbuatlah sesuatu untuk satu hari di mana kematianmu datang, engkau meninggal dalam keadaan tersenyum bahagia dan sementara orang lain menangisi kepergianmu."
 (Ali bin Abi Thalib).

======================================================================== Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali 


Kehidupan Tanpa Batas

Sudah Cukupkah ???

Dhedi R Ghazali | Wednesday, October 30, 2013 | 0 komentar

Bayangkan dan renungkan,
Jika kematianmu menjemputmu,
Duniamu tak lagi bahagiakanmu,
Hartamu tak menyelamatkanmu,
Tahtamu tak berarti bagimu,
Hanya kafan putih jadi selimutmu,
Keranda mayat jadi kendaraan terakhirmu,
Tanah merah jadi kamar barumu,..
Tak ada yang abadi teman,
Termasuk yang kau banggakan,
Kekayaan, kemewahan, penghormatan..
Smua sementara,
Suatu ketika sirna semua,
Tiada bersisa,
Hanya pahala dan dosa yang kau bawa…
Coba kau bertanya..
Apa yang kau bawa untuk-Nya..?
Apa yang kau lakukan didunia?
Cukupkah membawamu masuk surga?
Bayangkan dan renungkan,
Setelah datang kematian,
Smua akan hilang teman..
Jangan terlena hanya dengan kehidupan sementara,
Duniamu pengabdianmu pada-Nya,
Jangan engkau lupa..
Masih ada bahagia nyata disana…
Diwaktu setelah kematianmu..
Hanya pahalamu yang bisa menyelamatkanmu…

Ingat itu…


Setiap postingan diblok ini adalah hasil karya saya sendiri, jika memang bermanfaat bagi pembaca silahkan like blog ini dan artikel ini. Karena bagi saya dengan men like sudah cukup untuk membuat saya senang dan tidak berhenti untuk menuangkan tulisan-tulisan/postingan lain. Kritik dan saran sangat saya harapkan.
========================================================================

Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)
 
By : Dhedi R Ghazali
Kehidupan Tanpa Batas
 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger