Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Rahim Kata Dari Dalam Penjara

Dhedi R Ghazali | Sunday, October 29, 2017 | 0 komentar

Sumber Gambar: detik.com
Kali ini bukan puisi yang ingin kutuliskan. Hanya sebatas omong-melompong, barangkali--mungkin saja bisa menjadi pasti--seperti gonggongan tanpa anjing atau selayak desir angin menyibak daun-daun yang sedang berfotosintesis. Ya, tulisan ini akan mengganggu siapa saja pembacanya. Maka dari itu, mantapkan niat untuk membacanya terlebih dahulu agar tidak kecewa. Helai napas panjang... bismillah...

Terkadang, rasa bosan untuk berpuisi datang begitu saja. Boleh dibilang seperti rasa kantuk yang mungkin saja akan segera dan tiba-tiba datang bahkan sebelum kuselesaikan tulisan ini. Semoga saja tidak. Aamiin

Malam ini, lebih tepatnya dini hari ini, ada sesuatu mengusik kepalaku. Apa itu? Aku sendiri tak tahu. Tapi yakin akan keberadaannya. Inilah sebuah pertanyaan tak terjawab. Bukankah kadang pertanyaan tak bisa kita jawab?

Kalian tahu, bahwa saat ini aku sedang duduk dalam renung ditemani dinding yang dingin dan jeruji-jeruji yang menatap sinis penuh kebencian. Ada banyak mata terlelap di sana. Jiwa-jiwa tersingkir dari tengah kehidupan masyarakat dan keluarganya. Sebuah kesalahan--bisa jadi lebih--membuat jiwa-jiwa itu harus terkurung. Bagiku, tempat ini adalah tempat pengabdian, namun bagi mereka tempat ini adalah tempat pengasingan. Ya pengasingan.

Bagaimana rasanya diasingkan? Dijauhkan dari hiruk-pikuk kehidupan yang semakin menyesatkan? Dalam pengasingan ada renungan. Dalam renungan terdapat kekuatan magis yang bisa membuat seseorang menjadi seratus bahkan seribu kali lipat lebih baik dari sebelumnya.

Ah! Dinding dan jeruji itu masih saja sekongkol untuk mengintimidasi pikiran dan hatiku. Keduanya berhasil membuat manusia ini keliyengan. Tapi tak apa. Mari kulanjutkan ceritaku.

Di tempat pengasingan ini lahir banyak peristiwa yang tak kalah memilukan dari kisah sinetron pertelevisian, tak kalah menakutkan dari film Counjuring, dan tak kalah menegangkan dari ending sebuah film percintaan yang diharapkan happy ending. Tempat ini adalah tempat terindah bagi malaikat-malaikat yang saban malam mencari tangis para hamba atas segala dosa-dosanya. Kalian tahu apa nama tempat ini?

Kusebut ia PENJARA. Ya, ini adalah penajara. Sebuah tempat yang dikait-kaitkan dengan kekerasan, narkoba, suap-menyuap dan juga tempat para pendosa mendekam. Bulsyitlah! Kau, aku dan semua manusia adalah pendosa. Adakah manusia yang hidupnya tanpa dosa? Jadi berhentilah mengatai orang lain sebagai pendosa. Sebab kita juga pendosa.

Hufh... setan di kepalaku mulai tersenyum atas kegilaanku malam ini. Baiklah. Biarkan mereka tersenyum dulu. Nanti akan kucambuk juga dengan cemeti amalirosuli yang terkenal di film Mak Lampir itu. Pernah membayangkan kehidupan di penjara?

Di penjara ini ada banyak waktu untuk merenungkan kehidupan. Di penjara adalah waktu pas untuk merefresh pikiran dari kebejatan kehidupan di luar sana. Itulah salah satu jawaban yang kutemukan dari salah satu manusia yang sering disebut sebagai sampah masyarakat. Demi Allah, tak semua yang masuk di tempat ini adalah sampah masyarakat. Bahkan bisa jadi mereka jauh dan sangat jauh lebih baik dari seonggok sampah. Di sini, sebagian besar dari mereka salat wajib lima waktu dengan berjamaah. Subuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Mari kita tanya pada diri kita, sudah genapkah salat wajib kita? Sudahkah kelimanya kita lakukan dengan berjamaah? Plakkk!!! Bahkan aku harus menampar pipiku sendiri karena kekalahan telakku atas mereka yang dicap sebagai sampah masyarakat. Di penjara ini, tak sedikit yang bangun di tengah malam untuk salat tahajud dan membaca Al-Quran. Setiap malam pasti ada. Adakah dari kita yang sering melakukan hal yang sama? Aku yakin ada, namun sedikit jumlahnya.

Ah! Setan di kepalaku mulai merah wajahnya. Nampaknya mereka mulai marah padaku. Apa peduliku? Marah saja! Hahahaha!

Ada tangis penyesalan, ada pula tangis haru saat bertemu keluarga yang tak lagi bisa setiap hari bertemu. Tangis seorang ibu yang menjenguk anaknya yang tersangkut kasus penusukan "selangkangan". Ada pula tangis seorang istri yang suaminya adalah penjudi. Tangis seorang anak yang tahu bapaknya adalah pencuri. Ada rasa haru, malu, marah yang bercampur dan membuat lukisan abstrak di wajah berkerut. Bahkan sampai aku tak bisa mengerti apa arti luksian itu. Di sini banyak kulit yang berubah fungsi menjadi tempat menuangkan seni. Dan... ada cinta dari Illahi yang tak bisa dilogika oleh otak seorang Profesor sekalipun.

Suatu ketika, kutanya salah satu dari penghuni tempat ini. "Kau sedih atau senang masuk sini?" Mari kutuliskan jawabannya, "Aku senang masuk sini. Sebab di sini Allah sangat mencintaiku. Dia mengirimku ke tempat indah ini agar bisa lebih dekat dengan-Nya. Agar tak semakin terjerumus dalam dosa-dosa. Agar, tak lagi membebani orang tua dengan segala tinglah-laku yang membuat mereka dikucilkan di tengah masyarakat. Betapa Allah sangat mencintaiku, bukan? Jika Dia tak mencintaiku, Dia akan membiarkanku bergelimpangan dosa di luar sana. Demi Allah di dalam sini kutemukan keajaiban. Tak pernah salat kutegakkan sebelumnya, tak jua bisa membaca serentetan huruf arab. Tapi, di sini aku belajar dan bisa melakukannya."

Sekali lagi pada akhirnya aku tertampar oleh kata-kata orang yang umurnya jauh lebih mud. Ya, dia baru berumur 20 tahun. Dan diumurnya itu, banyak tersimpan repihan masa-lalu yang diubahnya menjadi tiang-tiang perubahan. Tiang-tiang yang akan menajadi penopang hidupnya kelak setelah keluar dan menghirup udara bebas.

Apa kabar setan di kepalaku? Ah, mereka mulai sekarat nampaknya. Maafkan aku, sebab kali ini dan aku harap bisa seterusnya, kepalaku ini tak lagi bisa kalian jadikan tempat berpesta.

Kurasa akan sangat banyak jika kutuliskan semua yang ada di dalam penjara ini. Lain kali, akan kuceritakan yang lebih seru lagi.

Tulisan ini hanyalah awal sebuah mimpiku untuk membuat buku berjudul "Rahim Kata Dari Dalam Penjara". Semoga bisa lekas terealisasikan.

Salam santunnku.

Tulisan di atas saya ambil dari tulisan saya sendiri di Fanspage Blog ini: https://www.facebook.com/kehidupantanpabatas/posts/763820517091252


Kehidupan Tanpa Batas

Surga yang Hilang

Dhedi R Ghazali | Wednesday, August 26, 2015 | 0 komentar




Di balik jendela aku menatap hujan yang tak kunjung reda. Meratap, bersama sebelah sayap yang patah yang sejatinya ingin kugunakan untuk terbang menuju surga-Nya. Tepat di depan jendela dari tempatku duduk, terbentang jalan utama kota ini. Nuansa malam yang begitu indah, lampu kendaraan yang berkilauan sebab jatuhnya jutaan rintik air yang menerpanya. Malam ini, setahun sudah surgaku menghilang dan tak akan kembali pulang. Surga yang selama ini kusiakan dan bahkan tak kusadari keberadaanya yang begitu dekat.


//
Jauh sudah langkah kaki
Berjalan menelusuri laut, hutan, dan gurun
Hingga yang di pelupuk mata menghilang
Sesal kemudian mencari jalan pulang
Terlambat!!!
Terlambat sudah
Tanah kini telah membawanya kembali ke muasal
Menuju tempat
Yang berada di bawah telapak kakinya
//

Aku adalah termasuk salah satu pengusaha muda yang sukses. Menjadi manajer sebuah perusahaan asing di umur yang baru menginjak angka duapuluh tujuh tahun tentunya sudah mampu menjadi tolok ukur kesuksesannku. Sebagai seorang muslim, tentu limpahan rizki dari-Nya membuatku lebih mudah untuk melaksanakan kewajiban bersedekah. Setiap bulan kusisihkan lima persen penghasilan untuk kemaslahatan umat. Bersedekah adalah sebuah keharusan, karena bagiku itu adalah salah satu cara yang tepat untuk mensyukuri nikmat yang kudapatkan sekaligus untuk ‘membeli’ surga-Nya. Dua kali sudah ibadah haji kulaksanakan, dengan pekerjaan dan penghasilan yang sekarang ini, bahkan untuk berhaji setiap satu tahun sekalipun bukanlah hal yang mustahil.

Saat ini aku tinggal di kota Jakarta. Sebuah kota yang penuh dengan kemegahan sekaligus juga penuh godaan. Di kota inilah semua cerita bermula. Tepat lima tahun yang lalu, berbekal dengan ijazah S1, kucoba mengadu nasib di kota metropolitan ini. Awalnya ibuku tak mengizinkannya, sebab ayahku telah meninggal sejak aku masih kecil. Jika aku pergi merantau ke Jakarta, maka ibu hanya tinggal dengan dua adikku yang masih duduk di bangku SMA. Tapi, tekadku sudahlah bulat, aku ingin menjadi orang yang sukses dan mengangkat derajat ibu dan adik-adikku. Ternyata Allah mendengar segala doa yang kupanjatkan setiap sepertiga malam selepas salat tahajud. Di kota inilah rizki yang telah dpersiapkan-Nya diturunkan. Tidak butuh waktu lama, hanya dalam jangka 3 tahun aku sudah mampu menjadi manajer di sebuah perusahaan asing ternama. 

Setiap bulan, aku rutin mengirimkan uang ke kampung halaman untuk kebutuhan ibu dan kedua adikku. Kesibukan bekerja membuatku tidak bisa pulang ke kampung halaman selama lima tahun terakhir. Hanya lewat telepon aku bisa berkomunikasi dan bertukar kabar dengan ibuku. 

****

Malam itu, aku sedang ada ‘meeting’ dengan salah satu ‘klien’. Sebuah tander yang besar sedang coba kuraih. Jika bisa kumenangkan tander ini, bonus ratusan juta bahkan miliaran rupiah bisa didapatkan. Di tengah-tengah ‘meeting’, telepon genggamku berdering. Kulihat ternyata ada pesan masuk dari ibu.

“Nak, jangan lupa salat!”

Setelah kubaca, kembali kuletakkan telepon genggamku di meja tanpa kubalas pesan ibu. Aku tak ingin ‘klienku’ terganggu sebab kutinggal untuk membalas pesan dari ibu. 

Tak lama kemudian, kembali telepon genggamku berdering. Kali ini sebuah panggilan masuk. Kulihat layar telepon genggam, ternyata ibu yang menghubungi. Kutolak panggilan itu. Tak selang beberapa lama kemudian, lagi-lagi telepon gengamku berdering, dan masih juga panggilan dari ibu. Kulihat ‘klienku’ mulai tidak nyaman dengan panggilan tersebut. Benar saja, beberapa saat kemudian, ‘klien’ tersebut mengingatkan, “Maaf, Pak, ini tander besar, bukan main-main. Saya harap Bapak mematikan telepon gengamnya dulu agar ‘meeting’ ini bisa berjalan dengan lancar!” 

“Iya, Pak. Maaf atas ketidaknyamanan ini.”

Langsung saja kumatikan telepon genggamku. Pikiran dan hati mulai bergejolak, rasa kesal menyelimuti. Kesal terhadap ibu sendiri yang menggangu pekerjaanku hari ini.
‘Meeting’ akhirnya telah selesai. Sebuah keputusan pahit harus diterima, ternyata aku tak bisa memenangkan tander. Kekecewaan yang sangat besar kurasakan. 

“Ini gara-gara Ibu!!!”

Hatiku kian berkecamuk. Dengan langkah yang malas kutinggalkan tempat ‘meeting’. Selepas keluar dari tempat meeting tersebut, kuambil telepon genggamku lalu kunyalakan. Lekas kuhubungi ibu, “Assalamualikum, Nak”

“Waalaikumsalam, tadi kenapa Ibu menghubungi?”

“Ibu kangen, Nak!”

“Tahu tidak!!! Gara-gara Ibu menghubungi tadi, semua pekerjaanku jadi kacau balau. Lain kali jangan menghubungi lagi kalau aku tidak menghubungi Ibu terlebih dahulu!” Bentakku dengan nada yang keras sekligus langsung kututup telepon.

Kekesalan masih menyelimuti pikiran. Setelah peristiwa itu, Ibu tak pernah menghubungi lagi. Sesekali rasa bersalah menghinggapi sebab aku telah membentak ibu kandungku sendiri. Tapi saat itu, memang dia yang salah sehingga aku tak bisa memenangkan tander miliaran rupiah. Jika saja bisa memenangkan tander tersebut, aku bisa mewujudkan salah satu cita-cita yaitu mendirikan Yayasan Yatim Piatu. Dengan begitu, aku akan mampu menambah amalan dan bekal untuk meraih surga-Nya. Sebagai seorang muslim, tentu menambah amalan dan bekal untuk menuju akhirat adalah menjadi prioritas utama dalam menjalani kehidupan ini.

***

Sebulan sudah berlalu sejak peristiwa itu. Aku masih saja menyesal karena tidak bisa memenangkan tander. Di sepertiga malam, kulaksanakan salat tahajud dilanjutkan dengan memohon kepada-Nya agar diberi kesempatan lagi untuk bisa mendapatkan tander yang serupa. Selama ini aku rutin melaksanakan saat tahajud dan salat duha. Sebuah ibadah yang sejak masih sekolah selalu kulakukan.
Pagi ini aku bersiap untuk menuju kantor. Pikiran terasa tidak fokus, entah apa yang membutanya terasa melayang, yang jelas aku benar-benar merasa hampa.
Tiba-tiba saja telepon genggamku berdering. Ternyata panggilan masuk dari adik pertamaku bernama Zahra.
“Assalamualikum, Mas.”
“Waaliakumsallam, ada apa, Ra? Tumben pagi-pagi gini hubungi, Mas?”
“Ibu sakit, Mas. Dia minta kamu buat pulang ke kampung!”
“Aku sedang sibuk, Ra. Bawa aja ibu ke rumah sakit. Nanti Mas kirimkan uang untuk biayanya.”
“Tapi, Mas ….”
“Sudah, tak perlu tapi tapi. Mas mau berangkat kerja dulu. Assalamualikum!”
Aku bergegas menuju kantor, hari ini adalah hari Jum’at. Seperti biasanya, di hari seperti ini sebelum kegiatan kantor dimulai, semua karyawan berkumpul untuk mengikuti pengajian. Hal ini tentu sangat penting demi menjaga akhlak sekaligus kejujuran serta sebagai motivasi kepada para karyawan agar dapat bekerja dengan ikhlas dan jujur.
Sesampainya di kantor, terlihat sudah banyak karyawan yang berkumpul. Pengajian pun sudah akan dimulai. Ada yang berbeda dari pengajian hari ini, terlihat laki-laki setengah baya menggendong seorang nenek-nenek. Dia berjalan menuju ke dalam Masjid. Ternyata dia adalah Ustadz yang akan mengisi pengajian hari ini. Lalu siapa nenek-nenek yang digendongnya itu? Kenapa untuk mengisi pengajian dia repot-repot menggendong seorang nenek-nenek? Ah, sudahlah. Lebih baik aku masuk ke dalam saja, siapa tahu nanti Ustadz tersebut mengenalkan diri sekaligus mengenalkan siapa nenek-nenek di gendongannya itu.
Pengajian pun dimulai. Ustadz tersebut mulai ceramahnya. Betapa kagetnya seisi ruangan ketika Beliau memperkenalkan siapa yang bersamanya dan digendong olehnya tadi. Ternyata nenek-nenek itu adalah ibu kandungnya.
“Ini adalah ibu saya. Setiap mengisi pengajian di manapun, saya selalu membawa serta Beliau. Sudah tiga tahun terakhir Beliau menderita stroke, sebab itulah saya harus menggendongnya.”
Semua karyawan di dalam Masjid terdiam dan hanyut dalam nuansa yang entah. Termasuk aku, entah kenapa tiba-tiba saja hati ini berkecamuk dan bergetar begitu kencangnya.
Ustadz tersebut mulai menuju materi yang ingin disampaikannya. Sebuah materi yang penuh dengan makna. Sebuah materi yang menyadarkan bahwa aku telah membuat kesalahan yang sangat fatal.

//

Akar yang Tak Pernah Menyalahkan Tanah Gersang

Akar adalah sebuah komponen penting dalam tumbuhan. Dialah yang senantiasa mencari makan agar tumbuhan tersebut dapat subur dan menghasilkan buah-buah yang bagus. Meskipun di kemarau panjang sekalipun, dan tanah-tanah mulai gersang, akar tidak akan berhenti berusaha untuk mencari makan agar pohon berbuah. Dia tidak pernah menyalahkan kemarau, pun juga tidak pernah berkeluh-kesah dan menyudutkan tanah yang gersang. Baginya, mau musim hujan, musim kemarau, tanah subur ataupun tanah gersang, dia akan harus senantiasa menjadi penopang agar buah-buah dapat tumbuh di pohon.

Akar itu adalah Ibu kita, buah di pohon adalah kita dan tanah gersang adalah kerasnya kehidupan. Sekeras apapun kehidupan, seorang Ibu akan senatiasa berusaha sekuat tenaga untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi orang yang sukses! Sukses dunia akhirat tentunya. Yang perlu kita ketahui, meskipun akar tak pernah terlihat tapi dia tetap akan selalu memberikan yang terbaik agar pohon-pohon berbuah. Itulah keikhlasan seorang Ibu, dia tak akan menampakkan apa yang telah dilakukan untuk anaknya dan tak akan mengharap imbalan. Dari kecil sampai kita dewasa, Ibulah yang berperan penting dalam kesuksesan yang kita raih saat ini.
Bahkan kita sering mendengar, bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu. Itulah sebabnya, kenapa saya selalu membawa serta Ibu saya dalam setiap mengisi pengajian. Saya tidak ingin sedetik waktupun jauh dari surga. Meskipun harus dengan menggendong Beliau, tapi ituah bentuk kasih sayang dan rasa hormat sekaligus cara saya untuk meraih surga yang sejatinya selalu ada di dekat kita. 

Saat ini,banyak anak yang acapkali melupakan Ibunya. Dengan kesuksesan yang didapat, seolah semua dapat dimiliki. Sedekah, salat, bahkan baca Al-Qur’an rutin demi untuk meraih surga, tapi mereka lupa bahwa ada surga di dekatnya!!! Bahwa ada surga yang selama ini senantiasa menunggu untuk dijamah, surga itu adalah Ibu kita!!!

//

Tiba-tiba saja bulir-bulir di mata mulai berjatuhan. Diri ini mendapat tamparan yang sangat keras dari apa yang disampaikan oleh Ustadz tersebut. Aku teringat saat membentak Ibu di dalam telepon, saat kusalahkan Ibu karena menelponku waktu ‘meeting’. Memang benar aku tak pernah lupa mengirim uang untuk Beliau, tapi tak pernah sekalipun aku berkunjung untuk sekadar meminta maaf di Hari Raya ataupun untuk sekadar mencium tangan yang selama ini menggendong dan membelai tubuh mungilku dulu. Aku benar-benar larut dalam renungan yang dalam. Air mata tak hentinya membasahi pipi. Tekadku kini sudah bulat, setelah pengajian ini aku akan mengajukan cuti untuk kembali ke kampung halaman, untuk bersimpuh di hadapan surga yang selama ini kuabaikan. 

Sore itu, selepas pulang kerja, aku bergegas pulang ke kampung halaman. Di sepanjang jalan, air mata ini masih saja mengalir tiada henti teringat akan kedurhakaan yang telah diperbuat. Aku merasa menjadi orang yang paling hina, segala ibadah yang kulakukan, naik haji, sedekah, salat tahajud, salat duha dan juga ibadah wajib terasa sia-sia dan percuma sebab aku telah mendurhakai ibuku seniri. Aku sibuk mencari jalan untuk menuju surga, sedangkan surga itu selama ini ada di depan pelupuk mata. Begitu larutnya dalam penyesalan, sampai-sampai tak sadar bahwa berkali-kali telepon genggamku berdering. Kuambil teepon genggam, terlihat sepuluh kali panggilan tak terjawab dari adikku. Lalu kuletakkan kembali telepon genggam tersebut, karena rasanya tak perlu kutelpon balik sebab sebentar lagi aku juga sudah sampai di rumah.

Sepuluh menit kemudian, akhirnya laju mobilku berhenti di depan rumah yang selama ini menjadi tempat bernaungku bersama ibu dan kedua adikku. Terlihat ada yang berbeda, meski sudah jam sepuluh malam, tapi terlihat banyak orang berkerumun di depan rumah. 

Aku lantas turun dari mobil, terlihat beberapa sanak saudara menghampiri dan menggandeng tanganku sambil berkata “Sabar, ya, Za. Ini sudah menjadi takdir Allah.”

Aku semakin bingung dengan perkataan saudaraku tersebut. Sesampainya di depan pintu rumah, terihat kedua adikku bersimpuh serambi menangis sekencang-kencangnya. Di depan mereka terlihat tubuh yang sudah terbungkus kain kaffan. Kakiku melemah, dadaku berdebar hebat, air mataku tumpah. Kulihat wajah Ibuku, mata dan hidungnya tertutup kapas. Tubunya kaku!!!

“Ibu ….!!!”

Kedua kakiku kini benar-benar tak lagi mampu menopang tubuh. Tubuh ini tersungkur tepat di depan jenazah ibu. Air mataku pecah membelah keheningan di dalam dada. Kupanggil-panggil ibuku berulangkali sembari kugoyang-goyangkan tubuhnya yang sudah kaku.

“Bangun, Bu!!! Bangun!!! Ini aku, anakmu. Anakmu sudah pulang, Bu. Bukankah Ibu kangen dengan aku? Bukankah kemarin Ibu ingin aku untuk pulang? Bangun, Bu! Bangun!!!”

Tak henti-hentinya kugoyangkan tububuh ibu, sesekali kuciumi wajanya yang layu. Kedua adikku menghampiri dan memeluk tubuhku erat-erat,
“Sabar, Mas.” Dengan sesenggukan mereka mencoba menegarkanku.

Tapi apa daya, yang ada justru kami bertiga bersimpuh di depan jenazah Ibu, tangis kami semakin menjadi. Aku benar-benar terpukul. Merasa benar-benar menjadi anak yang durhaka, tidak bisa mendampingi Bidadari yang melahirkan dan mendidikku di saat-saat terakhirnya. Bahkan justru sempat kusalahkan dia dan membentaknya dengan kata-kata yang tidak seharusnya dia dapatkan dari anak kandungnya sendiri.

Beberapa bulan terakhir ini ternyata Ibu mengidap sakit kanker. Dia tidak pernah bercerita kepadaku karena tak ingin menggangu pekerjaanku. Waktu dia menelpon dan berkata kangen denganku, dan ingin anaknya pulang ke kampung, saat itu pula dia telah merasa bahwa waktunya hidup di dunia sudah mulai habis. Dia ingin menghabiskan waktu itu denganku, anaknya yang sejak lima tahun terakhir tidak pernah ada di sampingnya. Selama itu pula dia tidak pernah protes sama sekali. Bahkan, setiap uang yang kukirimkan selalu dia sisihkan sebagian. Untuk apa? Untuk membantu menggapai cita-citaku yaitu mendirikan Yayasan Yatim Piatu. Ya, begitu besar kasih-sayangnya selama ini, meski lima tahun anaknya tak pernah menemuinya, dia masih saja berusaha untuk membantu anaknya menggapai cita-cita. Selayak akar yang terus berjuang di tanah yang gersang agar buah tetap tumbuh di pohonnya.

***

Hujan di luar sana masih saja belum reda. Aku masih menatap ke luar jendela. Kali ini, hujan tak hanya turun di luar jendela, tapi juga di dalam jendela tepatnya di mataku sendiri. Sebuah penyesalan terdalam membuat air mata ini tak tertahankan. Aku kehilangan surgaku sesaat setelah aku baru saja menyadari bahwa surga itu tepat berada di depanku, surga itu adalah Ibu. Kini, surga itu benar-benar telah hilang. Selama ini aku berjalan bermil-mil jauhnya untuk mencari surga itu, namun justru ternyata aku mengabaikan surga yang sudah jelas ada di depan mata. Ya, sebelah sayapku telah patah. Masih bisakah aku terbang dengan hanya sebelah sayap untuk menemui surgaku yang telah berada di dalam surga-Nya?

Air mataku jatuh di atas kertas yang sedari tadi kugunakan untuk menuliskan apa yang ingin kusampaikan kepada ibuku di atas sana. Sebuah tulisan yang berisi luapan penyesalan.

//
Surga yang Hilang
Jauh sudah langkah kaki
Berjalan menelusuri laut, hutan, dan gurun
Hingga yang di pelupuk mata menghilang
Sesal kemudian mencari jalan pulang
Terlambat!!!
Terlambat sudah
Tanah kini telah membawanya kembali ke muasal
Menuju tempat
Yang berada di bawah telapak kakinya
Surgaku hilang
Saat aku masih saja berada di depan pintunya
Tanpa pernah kuketuk dan mencoba memasukinya
Surgaku yang hilang
Bersama bidadari yang kuabaikan
Hingga sesal tertuliskan
Di kokohnya batu nisan
Surgaku yang hilang
Akankah aku dapat menemukannya?
Dengan satu sayap yang tersisa?
//


GubukAksara, 15
Kehidupan Tanpa Batas

Sahabat Terbaik Adalah Orang Tua Kita

Dhedi R Ghazali | Friday, May 02, 2014 | 0 komentar
Sahabat Terbaik Adalah Orangn Tua Kita
Setiap orang tentu mempunyai sahabat. Entah berapapun banyak sahabat yang kita punya, pasti pula akan ada satu sahabat yang akan sangat berkesan dan berpengaruh dalam kehidupan yang kita jalankan. Di sisi lain kita juga tak bisa menutup mata jika terkadang justru orang yang selama ini kita anggap sebagai sahabat kita ternyata mengkhianati kepercayaan yang kita berikan kepadanya. Sering saya mendengar teman dan sahabat saya mencurahkan isi hatinya. Mereka telah sangat percaya kepada seseorang dan menceritakan keluh kesah kepadanya, tidak hanya hal yang bersifat biasa bahkan hal yang bersifat rahasia serta pribadipun telah diceritakan. Akan tetapi apa mau dikata, setiap orang mempunyai sifat yang mudah berubah layaknya musim yang selalu mengalami perubahan. Pada akhirnya semua yang dia ceritakan justru diceritakan kepada orang lain sehingga cerita itu menyebar luas bagaikan diterbangkan angin dan membisikkan semua kepada telinga-telinga yang dilaluinya. Pernahkah hal ini terjadi pada Anda?

Secara pribadi saya sendiri pernah mengalami hal tersebut. Sebuah penghiantan diguratkan oleh sahabat saya sendiri. Ternyata lamanya persahabatan tidak bisa menjadi jaminan dan hitungan. Sudah hampir 3 tahun saya bersahabat dengan dia. Akan tetapi hanya karena adanya kesalahpahaman serta adu domba pihak ketiga akhirnya sahabat saya itu saat ini seolah menjadi musuh saya sendiri. Pengkhiantan telah dia berikan, bahkan sampai dia menyebarkan berita yang seharusnya menjadi rahasia antara dia dan saya. Entah apa yang ada dibenak sahabat saya itu. Sungguh dia berubah begitu cepat dan dengan alasan yang sampai saat ini belum saya temukan. 

Penghianatan
Oleh: Dhedi R Ghazali

Jubah kesabaran ini terlalu berat
Kutanggalkan saja biar sabarku bebas bergerak
Biarkan saja kesana kemari dan lalu pergi
Meninggalkan tubuh telanjang ini

Tubuhku kini telanjang kawan
Hingga terlihat jelas sayat-sayat hianat yang kau gurat...
Tidakkah kau iba?
Sedang kulihat kau tertawa

Tak sadarkah kau
telah menginjak-nginjak aku saat tubuhku tersungkur?
Atau mungkinkah kau lupa
akan aku yang selalu ada disetiap keadaan yang menerpa?

Dimana janji setiamu itu?
Hingga kau lindas aku dengan keangkuhanmu
Kau datang saat kau membutuhkan
Sedang kau pergi saat aku sendiri

Sudahlah kawan
Kesabaran ini tak lagi sekuat karang
Kini telah hancur diterpa topan penghianatan
Semua yang pernah kita lewatkan
Hanyalah sebatas kenangan yang tak layak untuk dikenang

Aku pergi kawan
Menikmati perihnya sayatan yang kau guratkan
Dengan sengaja dan dengan sadar adanya.

Yogya, 12 April 2014

Setelah saya pikirkan, ternyata saya menemukan hal yang mungkin selama ini saya lupakan. Apa itu? Hal tersebut adalah sesungguhnya sahabat yang paling dekat dan paling tepat untuk kita jadikan tempat mencurahkan isi hati adalah keluarga dan saudara kita sendiri. Bukan berarti kita tidak perlu mencari sahabat, kita tetap harus mempunyai sahabat karena bagaimanapun juga kita tidak akan bisa hidup sendirian tanpa adanya sahabat yang mendampingi setiap langkah kita. Akan tetapi akan lebih baik jika kita tidak menceritakan semua permasalahan terutama permasalahan yang pribadi kepada sahabat kita tersebut. Bagaimanapun juga kita harus tidak mudah percaya dengan orang lain meskipun orang tersebut sudah dekat dengan kita. 

Itulah sekelumit cerita nyata yang saya alami sendiri. Semoga dengan sedikit rangkaian kalimat tersebut dapat berguna bagi kita. Ingatlah sesungguhnya kita telah mempunyai sahabat terbaik yang begitu dekat dengan kita dari kecil dan tak akan pernah tergantikan, mereka adalah Ayah dan Ibu kita ( Orang Tua Kita ). Jadi akan lebih bijak jika kita bisa menyisakan waktu dalam kesibukan kita sehari-hari untuk share dengan mereka. Jika kita saja mau untuk bercengkrama dan bermain dengan teman-teman kita, lantas apa kita tidak bersalah jika kita tidak melakukan hal yang sama kepada kedua orang tua kita?


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)


Kehidupan Tanpa Batas

Akibat Tidak Percaya Diri ( PD )

Dhedi R Ghazali | Sunday, January 19, 2014 | 1komentar
Akibat Tidak Percaya Diri ( PD )
Suatu ketika saya pernah ditanya oleh salah satu sahabat, dia bertanya : “ Mas, memang apa sih akibat dari kurang PD ( Percaya Diri ) ? “. Banyak sekali pertanyaan serupa yang sering saya dengar dari orang lain. Percaya diri adalah sesuatu yang menjadi sangat penting ketika kita akan melakukan sesuatu ataupun melangkah menuju perbaikan serta perubahan. Lalu apa yang terjadi jika kita tidak percaya diri alias ragu-ragu ?. Banyak sekali akibat buruk yang diakibatkan oleh rasa tidak percaya diri ini. Namun menurut saya setidaknya ada empat point penting akibat dari tidak adanya rasa Percaya Diri. Empat point tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Tidak percaya diri akan membuat kita terlambat untuk bertindak
Ketika kita ingin melangkah untuk meraih sesuatu dan yang ada pada diri kita adalah rasa tidak percaya diri, saya yakin kita akan merasa berat untuk melangkah. Katakutan akan kegagalan dan merasa tidak mampu seringkali melahirkan ketidakpercayaan diri seseorang. Ketika itu yang terjadi maka orang tersebut akan terlambat untuk bertindak. Ada ungkapan yang mengatakan “ Kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya “. Dari sini sudahlah jelas bahwa kesempatan sangat terikat erat dengan waktu. Seharusnya setiap peluang yang ada, sekecil apapun itu harus segera kita manfaatkan sebaik-baiknya. Namun jika kita sendiri tidak percaya diri untuk mengambil peluang tersebut yang terjadi adalah kita akan terlambat mengambil peluang tersebut sehingga peluang itu diambil oleh orang lain.

2.    Tidak percaya diri akan membuat orang melakukan kesalahan-kesalahan / kekeliruan-kekeliruan yang tidak perlu
Orang yang tidak mempunyai rasa percaya diri akan melakukan tindakan-tindakan yang mudah digoyahkan karena tindakan-tindakan tersebut didasarkan tanpa keyakinan yang kuat. Orang tersebut akan setengah-setengah dalam bertindak, antara harus maju kedepan atau mundur kebelakang. Dalam kondisi demikian maka yang muncul adalah tindakan-tindakan yang didasri antara kemauan dan ketidak-mauan dan alhasil akan membuat orang tersebut mudah melakukan kekeliruan ataupun kesalahan yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Jika sudah begitu bisa jadi akan membuat orang tersebut semakin tidak percaya diri atas kekliruan / kesalahan yang sering dia lakukan.

3.    Tidak percaya diri akan memunculkan hasil yang tidak maksima
l
Bagaimana mungkin hasil maksial akan tercapai jika kita tidak percaya diri dengan kemampuan kita dan tidak percaya bahwa kita bisa. Hasil yang maksimal akan tercipta dengan keyakinan dan usaha yang maksimal pula. Jika dari awal kita sudah tidak percaya diri untuk melakukan sesuatu sudah bisa dipastikan kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

4.    Tidak percaya diri akan membuat orang menjadi penuh penyesalan

Dari ketiga akibat yang sudah dijelaskan sebelumnya maka akan bermuara pada satu akibat yaitu “ penyesalan “. Ketika kita terlambat untuk bertindak, sering melakukan kekeliruan yang tidak perlu karena kita ragu dalam melakukan sesuatu, setengah-setengah dalam melakukan sesuatu, tidak yakin dengan kekuatan yang ada pada dirinya dan tidak yakin kalau sebenarnya dia bisa yang akan didapatkan adalah hasil yang tidak maksimal atau bahkan kegagalan, Dari hasil yang tidak maksimal ataupun kegagalan itu tentunya yang akan muncul adalah “ penyesalan “.

Itulah empat point penting dampak dari Tidak Percaya Diri yang bisa saya sampaikan. Pada dasarnya saya yakin masih banyak dampak negative dari rasa tidak percaya diri ini. Oleh karena itu mulai dari sekarang marilah mencoba untuk menanamkan rasa percaya diri pada diri kita masing-masing. Percayalah bahwa Allah memberikan kelebihan pada diri kita, yakinlah bahwa semua yang diberikan oleh Allah adalah yang terbaik yang bisa kita jadikan kekuatan yang luar biasa dalam diri kita. Jangan pernah merasa minder dengan sesuatu ataupun denga orang lain karena dengan rasa minder tersebut kita hanya akan menjadi orang yang hanya bisa menyesali kehidupan. Semoga sedikit tulisan dari saya ini bisa bermanfaat.


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)


Kehidupan Tanpa Batas

Belajar Dari Seekor Cicak

Dhedi R Ghazali | Monday, January 13, 2014 | 4komentar
Belajar Dari Seekor Cicak
Suatu malam saya sedang berada dikamar tidur saya. Waktu itu saya sedang bersiap untuk istirahat. Ketika melihat ke dinding, saya melihat seekor cicak yang sedang memburu nyamuk untuk dimakan. Dalam benak saya berfikir seperti ini, “ Nyamuk punya sayap dan bisa terbang sedangkan cicak tidak bisa terbang. Mungkinkah cicak bisa mendapatkan nyamuk tersebut ?? “. Dari situ saya tertarik untuk mengamatinya. Ternyata benar, setiap cicak sudah mulai mendekati nyamuk, nyamuk itu terbang sehingga cicak gagal untuk memakannya. Dan itu terjadi berkali-kali, sampai sekitar 15 menit. Yang saya kagumi, meskipun cicak tersebut gagal berkali-kali, dia tetap mencoba. Ketika nyamuk berpindah kesisi dinding yang lain, cicak tersebut mengikutinya. Bagitu seterusnya. Setelah sekitar 15 menit, cicak itu terdiam tidak bergerak dan tidak mengikuti nyamuk tersebut lagi. Saya berfikir cicak tersebut telah gagal. Namun apa yang terjadi, setelah terdiam dan tidak bergerak selama kurang lebih 10 menit, tiba-tiba nyamuk itu hinggap didekat cicak tersebut. Tentu saja tanpa menyia-nyiakan peluang, cicak tersebut dengan sigap cicak tersebut lalu memakan nyamuk itu. Saya hanya terkesima melihantnya, setelah perjuangan selama hamper 30 menit akhirnya cicak tersebut dapat memakan nyamuk itu. Sungguh luar biasa !!!

Apa hikmah yang dapat kita ambil dari cerita tersebut ???. Banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari cicak tersebut. Mungkin secara kasat mata cicak tidak mungkin mampu memakan nyamuk karena setiap didekati selalu terbang. Namun ternyata semua itu salah, berkat kegigihan nyamuk, kesabaran disertai semangat pantang menyerah cicak tersebut bisa memakan nyamuk itu. Selain itu, cicak tersebut juga tidak menyia-nyiakan peluang yang ada saat nyamuk berada didekatnya dia dengan sigap memakan nyamuk tersebut. Itulah yang seharusnya bisa menjadi pelajaran buat kita. Terkadang kita mudah menyerah setiap mengalami keadaan yang sulit, kita kurang sabar sehingga menempuh jalan instan yang terkadang menyimpang selain itu kita juga kurang gigih untuk mencapai apa yang kita inginkan. Ingat kawan, kesabaran, kegigihan dan pantang menyerah adalah paket yang tidak bisa dipisahkan. Tanpa kegigihan, kesabaran dan pantang menyerah semua hal yang akan terasa sulit untuk didapatkan. Dan ingat pula bahwa kesempatan tidak boleh kita sia-siakan begitu saja, karena belum tentu kesempatan yang sama hadir untuk kedua kalinya. Oleh karena itu marilah dari sekarang kita biasakan diri untuk pantang menyerah, gigih dalam berjuang diiikuti kesabaran untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Semua butuh waktu dan proses.
Ingatlah bahwa :

“  Seorang bayi untuk bisa berjalan perlu waktu dan proses bahkan juga kegagalan serta jatuh bangun.” 

“ Hal yang dengan mudah kita dapatkan maka akan dengan mudah juga untuk menghilang . “

“  Berjuanglah, bersabarlah dan pantang menyerah maka saat itu juga semua akan terasa semakin mudah dan membuat kita bergairah.  “

“ Kesempatan tidak boleh kita sia-siakan begitu saja, karena belum tentu kesempatan yang sama hadir untuk kedua kalinya. “


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar. Tnpa mengurangi rasa hormat, saya persilahkan untuk copy paste namun saya mohon disertakan link blog saya karena setiap tulisan murni hasil karya saya. Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin . .

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali







Kehidupan Tanpa Batas

Take Action, Action Is Power ( Tindakan Adalah Kekuatan )

Dhedi R Ghazali | Sunday, January 12, 2014 | 0 komentar
Take Action, Action Is Power ( Tindakan Adalah Kekuatan )
Tindakan adalah kekuatan. Action is Power, itulah tema yang ingin penulis bahas pada artikel ini. Apakah Anda pernah mendengar kalimat  “ Perjalanan Seribu Mil Dimulai Dengan Langkah Pertama “. Menurut saya pesan yang ingin disampaikan pada kalimat tersebut adalah tindakan. Ya, tindakan. Tanpa tindakan semua akan menjadi sia-sia dan tak akan pernah terlaksana. Seberapa banyak impian kita, cita-cita kita, harapan kita, segudang ide-ide dan rencana yang cemerlang, semua itu akan menjadi percuma dan tidak akan pernah menghasilkan apa-apa, jika kita tidak mau memulai dengan sebuah tindakan ( Langkah Pertama ). Memang banyak orang yang memiliki teori yang begitu matang akan tetapi mereka hanya diam sehingga kesuksesan tidak pernah menghampiri mereka. “ Sejuta bahkan ribuan teori tidak akan berguna tanpa mempraktekkannya “.

Meurut Andri Wongso, ada empat cirri-ciri manusia yang menurut tipe tentang teori dan praktek. Keempat tipe tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Orang yang tidak mempunyai teori dan sekaligus tidak mau praktek

Tipe ini adalah orang yang tidak memiliki semangat dan tidak berkeinginan untuk belajar. Hidup yang dia jalani hanyalah hidup yang ala kadarnya saja, mengalir seperti air tanpa pernah tahu dimana muara air tersebut, tanpa arah dan tanpa tujuan sehingga kegagalan seringkali dia dapatkan.

2.    Orang yang mempunyai teori namun tidak mau untuk mempraktekannya

Orang tipe ini adalah orang yang senang sekali belajar dan mempelajari sesuatu yang baru. Mengumpulkan dan menyerap berbagai teori didalam kehidupan ini. Ketika diminta menjelaskan sesuatu, dia bisa memaparkannya secara gamblang dan jelas, namun ketika diminta mempraktekannya dia tidak bisa apa-apa. Segudang teori yang dia miliki hanya bisa dia katakana tanpa bisa dia lakukan. Tipe seperti ini memang seolah adalah tipe orang yang cerdas, akan tetapi sebenarnya hanya cerdas secara teori belaka.Yang ada hanyalah teori-teori yang kosong, alias “ No Action Theori Only ! “

3.    Orang yang tidak mempunyai teori tapi mampu praktik

Tipe yang ketiga ini adalah tipe orang yang belajar secara otodidak. Contohnya adalah ada beberapa tukang servis komputer yang dia tidak pernah belajar di Jurusan komputer, tidak kuliah dijurusan komputer juga. Ilmu yang dia dapat hanyalah berasal dari belajar otodidak ketika melihat temannya memperbaiki komputer. Dia melihat dan mempraktikkannya. Pada awalnya kegagalan yang didapatkan, namun seiring waktu serta kegigihan dengan mengulang-ulang untuk memprakrtekaknnya sehingga dia berhasil menjadi Tukang Servis Komputer. Tipe seperti ini banyak kita temukan ditengah masyrakat kita. Tipe ini adalah tipe orang yang menemui keberhasilan dengan jalan keberanian untuk mengambil sebuah tindakan. Pada awalnya mereka akan mendapati kegagalan, gangguan dan cobaan, namun seiring kegigihannya keberhasilan akan berlahan mendekatinya.

4.    Orang yang mempunyai teori sekaligus sanggup untuk memprakrtikkannya

Tipe terakhir ini tentunya adalah tipe orang yang matang secara teori dan mampu untuk mempraktikkan teorinya tersebut. Orang seperti ini adalah orang-orang yang begitu dekat dengan keberhasilan dan kesuksesan karena mempunyai bekal dan mental yang matang. Orang tipe ini akan mampu mengendalikan setiap kesulitan dikehidupan serta mampu untuk mengatasinya. Orang yang mempunyai visi dan misi yang jelas, optimis, berani untuk melangkah dan pantang menyerah. Inilah tipe yang paling ideal.

Itulah empat tipe orang berdasarkan teori dan praktekknya. Lalu, tipe manakah Anda ???. Semoga Kita semua mampu menjadi tipe orang yang keempat. Aamiin. 

Baca Juga :



===========================================================================Jika Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali


Kehidupan Tanpa Batas

Pentingnya Berfikir Jernih

Dhedi R Ghazali | Sunday, January 12, 2014 | 0 komentar
Pentingnya Berfikir Jernih
Suatu ketika ada 3 orang pemuda yang sedang kelaparan ditengah hutan. Merekapun melihat sebuah pohon pisang yang buahnya sudah matang. Tidak mau mencuri, mereka akhirnya mencari si pemilik pohon. Namun setelah berkeliling mereka tidak dapat menemukan pemilik pohon tersebut.

Singkat cerita 3 pemuda lalu mengambil pisang tersebut karena sudah begitu kelaparan. Tanpa disangka datanglah pemilik pohon tersebut. Melihat 3 pemuda sedang memakan pisang dari kebunnya, pemilik itu lalu meneriaki mereka sebagai pencuri. Celakanya lagi, si pemilik pohon membawa serta 3 ekor anjing yang begitu besar. Tanpa berfikir panjang pemilik kebun lalu melepaskan anjingnya untuk mengejar 3 pemuda tersebut. Mereka pun lari terbirit-birit menghindari anjing tersebut. Sampai pada akhirnya mereka menemukan jalan buntu, didepannya ada jurang yang dibawahnya mengalir sungai yang begitu deras. Anjing-anjing semakin mendekat, 3 pemuda itupun semakin ketakutan. 

Tanpa berfikir panjang salah satu pemuda langsung terjun kejurang. Karena airnya dalam dan mengalir deras, ditambah lagi dia tidak bisa berenang,  pemuda itupun hanyut.

Melihat perbuatan temannya pemuda satunya semakin ketakutan, karena dia juga tidak bisa berenang lantas dia memutuskan untuk lari menyongsong anjing-anjing itu. Tentu saja pemuda tersebut terus dikeroyok oleh anjing-anjing tersebut hingga tak berdaya.

Melihat kedua orang temannya, pemuda yang terakhir begitu terpukul karena merasa kedua temannya memilih keputusan yang konyol. Pemuda itupun lalu berfikir dengan jernih, akhirnya dia mendapatkan jalan keluar. Dia memilih menghampiri pemilik kebun dan menjelaskan semuanya dari awal. Mulanya pemuda itu takut terhadap anjing-anjing tersebut, namun dia mempunyai cara untuk mengalihkan perhatian anjing-anjing tersebut dengan melemparkan sebuah kayu jauh-jauh agar dikejar oleh anjing-anjing tersebut. Setelah anjing-anjing tersebut pergi, pemuda itu lantas menghampiri pemilik kebun dan menceritakan apa yang sebenarnya terjasi. Pemilik kebun pun memaafkan pemuda tersebut, bahkan dia mengajak pemuda itu makan bersama dirumahnya.

Apa hikmah yang bisa kita dapatkan dari cerita diatas ???. Hikmah dari cerita diatas adalah dalam menghadapi setiap kesulitan, hendakntya kita mampu untuk berfikir jernih sehingga tidak melakukan hal yang konyol seperti  dua orang pemuda yang memilih terjun ke jurang dan yang satu memilih untuk menghadapi anjing pemilik pohon pisang. Tentunya kedua pemuda itu tidak mampu berfikir jernih dan pada akhirnya memilih jalan yang konyol. Berbeda dengan pemuda yang terakhir, melihat kedua temannya memilih jalan keluar yang konyol, lantas dia berfikir tenang. Hingga dia mendapatkan jawaban, dia merasa sudah mencoba mencari pemilik kebuin tapi tidak ditemukan. Dalam benaknya tidak ada niatan untuk mencuri, karena merasa tidak ada niat untuk mencuri pemuda tersebut memiliki keberanian untuk menjelaskan semua pada pemilik pohon tersebut. Ternyata tidak hanya keberanian yang pemuda itu miliki, karena berfikir jernih dia juga mampu mengalihkan perhatian anjing-anjing tersebut dengan melemparkan sebatang kayu yang akhirnya dikejar oleh anjing-anjing tersebut. Disaat itu juga pemuda itu lantas menghampiri pemilik kebun dan menceritakan semua. Dari berfikir jernih dan ketenangan serta keberanian dan keyakinan untuk menjelaskan yang sebenarnya, akhirnya pemuda itu menjadi satu-satuny pemuda yang selamat. Begitu besar manfaat dari berfikir jernih saat kita dihimpit oleh kesulitan. Memang sulit agar mampu berfikir jernih diwaktu tersebut, namun sulit bukan berarti tidak bisa. Dari sekarang marilah kita mencoba untuk senantiasa berfikir jernih disetiap tindakan yang kita lakukan.

Baca cerita menarik lainnya disini !!!

===========================================================================Jika Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali


Kehidupan Tanpa Batas

Jenis-Jenis Motivasi Dalam Kehidupan

Dhedi R Ghazali | Thursday, January 09, 2014 | 3komentar
Jenis-Jenis Motivasi Dalam Kehidupan
Sebelumnya saya sudah membuat postingan berjudul “ Pentingnya keinginan dan motivasi dalam kehidupan “. Silahkan baca terlebih dahulu artikel tersebut sebelum melanjutkan membaca artikel ini. Karena artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang telah saya sampaikan diatas tadi.
Oke. Sudah membaca artikel berjudul “ Pentingnya keinginan dan motivasi dalam kehidupan “ kan ??. Kalau belum silahkan dibaca dulu. Bagi yang sudah berarti saya tidak perlu menjelaskan betapa pentingnya motivasi dan keinginan untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan ini. Kali ini saya akan membahas masalah motivasi. Ada tiga jenis motivasi yang penting dalam hidup kita ini. Tiga motivasi tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Motivasi Hidup
Setiap orang pasti memiliki motivasi ini. Seorang ilmuwan psikolog bernama Abraham Moslow mengatakan “ Motivasi yang paling penting dimiliki manusia adalah motivasi untuk hidup “. Kenapa bisa dikatakan demikian. Hal ini karena pada dasarnya setiap orang mempunnyai motivasi hidup. Buktinya adalah tanpa disuruh dan diminta pun setiap manusia pasti mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari makan, minum dan kebutuhan pokok lainnya. Selain kebutuhan tersebut tentunya manusia juga memounyai kebutuhan lain seperti kebutuhan sekunder. Setiap orang pasti mempunyai keinginan mempunyai rumah yang layak, kendaraan, fasilitas rumah yang memadai dll. Dari keinginan untuk memenuhi kebutuhan itulah muncul yang namanya motivasi hidup. Dengan adannya motivasi hidup, setiap orang pasti akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika eksistensi seseorang terancam dan dia menyadari hal itu maka motivasi hidup ini akan memberikan dorongan dan semangat untuk bisa mengatasinya.

2.    Motivasi Eksternal
Motivasi Eksternal adalah motivasi yang didapat dari luar diri kita. Seperti dari trainer-trainer, motivasi ulung, dan juga dari sahabat, teman, keluarga bahkan dari orang yang baru kita kenal. Pernahkan Anda mendapatkannya ?? Saya yakin setiap orang pasti pernah mendapatkannya meski terkadang tidak menyadarinya. Contoh sederhananya adalah ketika orang tua kita sering menyuruh kita untuk belajar giat agar mendapat nilai dan peringkat yang bagus. Karena dengan itu kamu bisa mendapat pekerjaan yang kamu inginkan. Atau mungkin ketika orang tua kita akan memberikan kita hadiah jika kita menjadi juara kelas. Itulah contoh sederhana dari motivasi eksternal. Yang harus kita pahami dari motivasi ini adalah seringkali motivasi ini mudah menghilang seiring waktu berjalan. Ketika kita sudah mendapat hadiha karena peringkat satu dikelas namun semester berikutnya orang tua kita tidak menjanjikan hadiah apa-apa maka saat itu pula motivasi untuk mendapat peringkat teratas lama-lama akan memudar. Selain itu, kita juga tak jarang tidak menyadari kalau kita sedang mendapat motivasi dari orang lain.Ingatlah bahwa “ Motivasi Eksternal tidak hanya bisa didapat dari Trainer ataupun motivator unggul, akan tetapi setiap orang bisa memberikan motivasi dalam kehidupan kita “.

3.    Motivasi Internal
Motivasi ini adalah motivasi yang paling kuat dan paling lama bertahan. Karena motivasi ini berasal dari dalam diri kita. Ketika kita mampu menjaga motivasi internal dalam diri kita maka diri kita akan selalu merasa termotivasi sehingga akan menumbuhkan semangat yang besar untuk mencapai keinginan-keinginan serta kesuksesan dalam kehidupan. Motivasi ini sulit untuk didapatkan. Hal ini sering terjadi karena kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan kita sehingga denggan utuk berusaha keras. Selain itu pikiran kita seringkali tertuju pada hal-hal yang instan dan mudah didaptkan tanpa memikirkan hal besar yang bisa didapatkannya. Berikut ini adalah perkataan dari Rolf Waldo Emerson “ Apa yang ada dihadapan kita dan dibelakang kita adalah hal yang sangat kecil dibandingkan dengan apa yang ada didalam diri kita “. Untuk itulah motivasi dari dalam diri sendiri sangatlah penting. Maka mulailah mencoba untuk senantiasa memuuk motivasi diri sendiri dan menjaganya agar semangat kita tetap membara dalam mencapai kesuksesan dalam kehidupan.

Itulah sedikit yang bisa saya jelaskan tentang Motivasi. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan serta menumbuhkan motivasi pada para pembaca. Sebagai kaliamat terkahir saya ingin menyampaikan :
Jalanilah setiap detik dalam hidupmu seolah detik ini adalah nafas terakhirmu, Hiduplah dengan Keimanan, Ketakwaan dan Harapan, Hiduplah dengan Perjuangan dan Jangan takut berkorban dan mulai sekarang Kenalilah Kehidupan dan Saat itu juga kehidupan akan terasa sangat menantang namun tetap menyenangkan “

===========================================================================Jika Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali




Kehidupan Tanpa Batas

Pentingnya Keinginan dan Motivasi dalam Kehidupan

Dhedi R Ghazali | Thursday, January 09, 2014 | 0 komentar
Pentingnya Keinginan dan Motivasi dalam Kehidupan
Suatu hari ada seorang pemuda yang sedang resah dan gelisah karena sampai saat ini dia belum mendapatkan pekerjaan yang layak. Padahal dia telah hamir 1 tahun yang lalu mendapatkan gelar sarjananya. Saat itu dia ingin kerumah salah satu dosennya dulu sewaktu di bangku kuliah. Sesampainya dirumah dosen tersebut dia menceritakan semua keluh kesahnya kepada dosen itu..

Dosen tersebut berkata “ Kamu belum punya keinginan dan motivasi yang kuat untuk meraih kesuksesan “.

Pemuda itu lantas bertanya “ Bagaimana saya bisa mendapat keinginan dan motivasi itu ?? “.

Lalu dosen tersebut mengambil ember berisi air, dia menyuruh pemuda tersebut untuk melihat air didalam ember itu. Tanpa diduga dosen tersebut menekan kepala pemuda itu kedalam ember berisi air.Detik-detik pertama, pemuda tersebut hanya terdiam. Lama kelamaan pemuda itu mencoba pelan-pelan untuk mengeluarkan kepalanya dari air. Setelah dia merasa sesak nafas akhirnya dia mulai mencoba dengan begitu kerasnya agar bisa keluar dari ember berisi air tersebut. Dosen itupun lalu melepaskan pemuda itu.

Dengan penuh amarah pemuda itu berkata “ Bapak ingin membunuh saya ?? Apa-apaan ini Pak, apa maksudnya “ .

Sambil tersenyum dosen itu menjawab ‘ Tidakkah kamu mendapat hikmah dari apa yang saya lakukan tadi ?? “

Dengan muka yang masih marah pemuda itu menjawab “ Sama sekali tidak, yang saya dapat hanya sesak nafas dan elah mencoba untuk keluar dari ember berisi air tadi “

Sang dosen kembali tersenyum dan menjawab “ Sesungguhnya kamu telah mendapat banyak pelajaran dari apa yang saya lakukan tadi. Pada saat kepala kamu masuk ember, detik-detik pertama kamu hanya diam dan selanjutnya hanya berusaha dengan pelan-pelan untuk keluar dari ember itu. Karena saat itu motivasi kamu untuk keluar dari ember hanya sedikit. Namun saat kamu mulai sesak nafas, kamu muali berusaha dengan begitu keras untuk bisa keluar dari ember tersebut. Rasa sesak yang kamu alami mebawa motivasi yang besar untuk keluar dari ember itu sehingga kamu berusaha begitu keras. Selama ini kita memiliki motivasi dan keinginan hanya sekedar motivasi dan keinginan yang sesaat dan secara tiba-tiba saja. Padahal untuk sukses modal awal yang kita butuhkan adalah keinginan dan motivasi. Ketika kamu mempunyai keinginan untuk sukses dan mampu menjaga motivasi untuk mengejar keinginna tersebut maka tak seorangpun akan bisa menghalangi jalanmu untuk mencapai keinginan itu

Mendengar pemaparan dosen itu, pemuda tersebut sejenak terdiam dan kaget. Setelah itu menjabat tangan dosennya dan berkata “ Terimakasih atas ilmu yang Bapak berikan. Bapak telah membuat saya lebih bersemangat untuk mengejar keinginan saya “.

Itulah sedikit cerita yang semoga bisa menjadi motivasi dan inspirasi buat kita semua. Point penting yang bisa kita ambil dari cerita diatas adalah terkadang kita tidak mempunyai keinginan dan cukup motivasi untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan. Kita enggan untuk mempunyai keinginan yang besar karena takut tidak bisa meraihnya sehingga kehidupan kita hanya diisi oleh keinginan-keinginan yang kecil dan biasa-biasa saja. Padahal keinginan adalah modal awal untuk meraih kesuksesan. Seain itu ternyata keinginan saja tidak cukup. Kita masih membutuhkan motivasi untuk bisa mencapai keinginan itu. Dengan adanya motivasi maka kita akan senantiasa selalu bekerja keras untuk mecapai keinginan kita dan kita tidak akan mudah menyerah. Jadi ingatlah bahwa “ Keinginan adalah modal awal untuk meraih kesuksesan dan motivasi menjadi motor penggerak agar kita dapat terus bergerak guna mencapai keinginan kita tersebut “.

===========================================================================Jika Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali


Kehidupan Tanpa Batas

Memahami Karakteristik Kesulitan

Dhedi R Ghazali | Tuesday, December 31, 2013 | 0 komentar
Memahami Karakteristik Kesulitan
Seringkali manusia merasa takut duluan ketika dihadapkan dengan yang namanya kesulitan. Tak jarang pula kesulitan dijadikan kambing hitam untuk seseorang menyerah. Begitu takutnya kita pada kesulitan membuat kita susah untuk meraih kebaikan dalam kehidupan. Manusia yang takut pada sebuah kesulitan dapat dilihat dengan cara bagaimana kita menolak tantangan, tidak mau ambil resiko, lekas menyerah, mudah frustasi dan selalu mencari yang instan dan perkara ataupun hal-hal yang mudah. Padahal ketika kita takut dengan kesulitan bisa saya pastikan hidup yang dijalankan tidak akan memuaskan. Ada ungkapan yang mengatakan " Jika kau ingin jadi pohon kelapa, haruslah berani menahan terpaan angin. Namun jika takut diterpa angin maka jadilah rumput saja ". Banyak hal yang harus kita pahami tentang kesulitan. Disini saya akan memberikan beberapa point karakter kesulitan. Insyaallah dengan memahami karakter kesulitan tersebut akan meringankan dan meyakinkan kita untuk tidak takut pada kesulitan. Berikut ini adalah beberapa karakter kesulitan :

1. Kita harus memahami bahwa kehidupan ini adalah perjuangan untuk menghadapi kesulitan.

Siapapun orangnya, dimanapun dia, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun selama masih mampu menghela nafas pasti akan mengalami kesulitan. Namun ada yang berhasil menghadapi kesulitan tersebut tak sedikit pula yang gagal dan semua itu adalah sebuah kewajaran. Jadi kalau kita takut dengan kesulitan sama saja kita takut menjalani kehidupan.

2. Kesulitan bersifat universal dan milik semua orang.

Mungkin sering kita merasa kita selalu kesulitan dalam mencari uang sedangkan orang lain terlihat begitu mudahnya mendapatkan uang. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan begitu juga bahwa setiap orang akan dimudahkan dalam suatu hal namun akan disulitkan dalam hal yang lain. Jadi dengan memahami bahwa kesulitan adalah hal yang universal dan milik semua orang akan membuat kita menjadi lebih siap dan tegar dalam menghadapi kesulitan tersebut.

3. Kesulitan adalah sunnatullah ( ketetapan Allah )

Setiap kesulitan adalah sebuajh ketetapan Allah untuk menguji kesabaran umatnya. 
Allah berfirman " Dan benar-benar akan Kami berikan cobaan pada kalian dengan sesuatu berupa kesulitan, kelaparan dan kekurangan akan harta, jiwa dan buah-buahan. Maka berikan kabar gembira bagi orang-orang yang penyabar. (Al Baqarah 155 ) . 
Dari ayat diatas sudahlah begitu jelas bahwa mau tidak mau, suka tidak suka terpaksa atau tidak terpaksa kita pasti akan mengalami Kesulitan. Dan jangan pernah berfikir dan menginginkan kita akan hidup serba mudah karena itu adalah hal yang mustahil. Ingatlah bahwa tidak akan ada duka dan bahagia yang abadi didunia suatu ketika tawa akan tergantikan air mata. Dengan memahami kesulitan sebagai cobaan dari Allah SWT insyaallah kita akan berusaha untuk lulus menghadapi cobaan tersebut.
 
4. Tidak ada kesulitan yang melebihi batas kekuatan manusia.

Allah berfirman " Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya " . ( Al Baqarah 286 ). 
Ingatlah bahwa Allah tidak akan zalim pada umatnya. Setiap kesulitan yang Allah SWT turunkan pada kita hakikatnya bisa kita lalui dengan kekuatan yang ada dalam diri kita. Namun yang sering terjadi adalah kita tidak mempunyai kesabaran dan  keberanian terhadap kesulitan sehingga kita menyerah ditengah jalan. Jika kesulitan yang ada harusnya bisa kita atasi semua kenapa kita masih takut dengan kesulitan tersebut??

5. Dibalik kesulitan pasti akan datang kemudahan

Sebuah kesulitan adalah jalan dan pembelajaran buat kita untuk bisa menemukan sebuah kemudahan.
Allah SWT berfirman " Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan ".
Yang sering terjadi adalah banyak orang yang bosan dengan segala kesulitan yang dihadapinya sehingga mereka memilih cara instan dan menyimpang demi mendapatkan kemudahan. Kesalahan tersebut sungguh sangat fatal mengingat Allah SWT sudah jelas memberikan kabar bahwa dibalik kesulitan akan ada kemudahan. Allah tidak akan pernah berdusta dalam setiap firman Nya. Oleh karena itu yakinlah bahwa ketika kita mampu menghadapi kesulitan maka kita akan mendapatkan kemudahan.

Itulah beberapa karakteristik kesulitan yang kita alami dalam kehidupan ini. Marilah kita memahami karakteristik kesulitan tersebut. Dengan begitu insyaallah kita akan lebih bijak dalam menghadapi kesulitan yang menimpa diri kita. Jangan pernah takut pada kesulitan karena banyak orang - orang hebat yang lahir dari tempaan kesulitan yang bisa mereka kalahkan dengan penuh perjuangan, kesabaran dan keikhlasan. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat kita dan senantiasa meneguhkan kita serta memberikan kita kekuatan untuk mengalahkan setiap kesulitan yang menimpa dalam kehidupan yang kita jalankan. Aamiin.

Baca Juga :
Arti Sebuah Pandangan Hidup
Jika Esok Tak Pernah Datang
Pantaskah Kita Mengeluh ??
Cukup Jadi Diri Sendiri Untuk Menang
Jika Dia Mencintaimu, Lalu Apa???

===========================================================================
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali

Kehidupan Tanpa Batas
 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger