Tidak akan pernah habis kata-kata untuk membahas kehidupan di dunia. Berbagai warna dan tema senantiasa tercipta dari rajutan kata-kata para pujangga. Dan ternyata tak hanya tentang cinta yang bisa bersabda lewat kata namun kehidupanpun menyimpan banyak perkataan yang harus diungkapkan agar terdengar dan dirasakan oleh semua insan. Ini adalah beberapa kumpulan puisi kehidupan yang telah saya ciptakan. Dengan berbagai tema yang berbeda, saya mencoba untuk merangkai semua itu dalam keindahan karya sastra. Meskipun saya masih baru dalam dunia sastra, semoga saja rangkaian kata-kata ini bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi para pembaca.
AKU BUKAN ANAK HARAM
Aku adalah buah jalan yang terasingkan
Dipinggirkan dari persaingan kehidupan yang kejam
Aku adalah anak dari emak
Tercipta oleh tapak-tapak tak berjejak
Janganlah salahkan kelahiranku
Salahkanlah ibu dan bapak-bapakku...
Yang telah bersenggama di luar batas agama
Yang telah bercinta atas nama suka sama suka
Aku tegaskan!!
Aku bukanlah ANAK HARAM
Aku sama seperti kalian
Dilahirkan atas kehendak Tuhan
Meski memang dari buah tangan perzinaan
Yogya, 19 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
?
Dimana orasi-orasimu?
Jangan tanyakan aku
Aku sendiri tak tahu
Tanyakan saja pada kata-kata
Yang menemani senja yang tengah berduka
Bersama jelata yang dianiaya majikannya
Yogya, 18 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
TAMAT
Hilang sudah kata-kata
Sirna tak tersisa!!!
Hanya tertinggal nama...
Yogya, 18 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
CERMINKU BERDEBU
Cerminku berdebu
Cerminku buram
Penuh dengan kotoran-kotoran
Sedangkan aku masih saja bercermin padanya
Muak aku dengan aku yang nampak di cermin itu
Dengan senyum menghina penuh nista
Cerminku masih berdebu
Cerminku masih buram
Belum bisa kubersihkan
Yogya, 14 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
TIDAKKAH KAU?
Tak sampaikah kepadamu?
Tentang anak-anak tak berbapak dan tak beremak
Tentang mereka yang tergeletak dan terinjak
Tentang mereka yang tak mampu berteriak
Tentang mereka yang mendadak tersentak
Dibentak rompak-rompak juga pembajak-pembajak pajak
Tidakkah kau lihat?...
Tentang bapak-bapak yang tak dapat bergerak
Tentang emak-emak yang tak dapat memasak
Tentang otak-otak yang sesak teriak-teriak serak
Tidakkah kau dahaga?
Akan senyum sapa mereka
Tentang canda tawa mereka
Yang direnggut keadaan carut marut
Merunduk takut hanya termanggut-manggut
--------------------------
Sstttttt...
Jangan berisik, takut mereka terusik
Karna hanya dalam lelapnya mereka bisa temukan bahagia
Karna hanya dalam mimpi mereka bisa menari
Yogya, 18 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
Aku adalah buah jalan yang terasingkan
Dipinggirkan dari persaingan kehidupan yang kejam
Aku adalah anak dari emak
Tercipta oleh tapak-tapak tak berjejak
Janganlah salahkan kelahiranku
Salahkanlah ibu dan bapak-bapakku...
Yang telah bersenggama di luar batas agama
Yang telah bercinta atas nama suka sama suka
Aku tegaskan!!
Aku bukanlah ANAK HARAM
Aku sama seperti kalian
Dilahirkan atas kehendak Tuhan
Meski memang dari buah tangan perzinaan
Yogya, 19 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
?
Dimana orasi-orasimu?
Jangan tanyakan aku
Aku sendiri tak tahu
Tanyakan saja pada kata-kata
Yang menemani senja yang tengah berduka
Bersama jelata yang dianiaya majikannya
Yogya, 18 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
TAMAT
Hilang sudah kata-kata
Sirna tak tersisa!!!
Hanya tertinggal nama...
Yogya, 18 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
CERMINKU BERDEBU
Cerminku berdebu
Cerminku buram
Penuh dengan kotoran-kotoran
Sedangkan aku masih saja bercermin padanya
Muak aku dengan aku yang nampak di cermin itu
Dengan senyum menghina penuh nista
Cerminku masih berdebu
Cerminku masih buram
Belum bisa kubersihkan
Yogya, 14 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
TIDAKKAH KAU?
Tak sampaikah kepadamu?
Tentang anak-anak tak berbapak dan tak beremak
Tentang mereka yang tergeletak dan terinjak
Tentang mereka yang tak mampu berteriak
Tentang mereka yang mendadak tersentak
Dibentak rompak-rompak juga pembajak-pembajak pajak
Tidakkah kau lihat?...
Tentang bapak-bapak yang tak dapat bergerak
Tentang emak-emak yang tak dapat memasak
Tentang otak-otak yang sesak teriak-teriak serak
Tidakkah kau dahaga?
Akan senyum sapa mereka
Tentang canda tawa mereka
Yang direnggut keadaan carut marut
Merunduk takut hanya termanggut-manggut
--------------------------
Sstttttt...
Jangan berisik, takut mereka terusik
Karna hanya dalam lelapnya mereka bisa temukan bahagia
Karna hanya dalam mimpi mereka bisa menari
Yogya, 18 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
0 komentar:
Post a Comment