Tips Untuk Taubat Nasuha

Dhedi R Ghazali | Monday, May 19, 2014 | 3komentar
Tips Untuk Taubat Nasuha
Dalam sebuah hadist dikatakan "Allah membuka pintu taubat di pagi hari agar bertaubat pelaku dosa di malam hari, dan Allah membuka pintu taubat di sore hari agar bertaubat pelaku dosa di siang hari." Selama hayat masih dikandung badan, selama jantung masih berdetak, maka pintu taubat Allah selalu terbuka bagi siapa saja, tidak pandang peduli siapapun. Bertobat yang paling baik taubat nasuha, yaitu meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa serta menyesalinya dan berniat untuk tidak melakukan perbuatan tersebut di masa mendatang. Pintu taubat tertutup menurut riwayat adalah ketika seseorang sedang sekarat atau roh telah mencapai tenggorokan. Sedangkan batas akhir pintu taubat terbuka adalah hingga hari qiyamat.

Saya bukan seorang ustad atau pemuka agama. Tulisan ini adalah tulisan pribadi yang saya hasilkan dari pengalaman pribadi saya sendiri. Kita semua harus mengerti bahwa setiap orang pasti pernah melakukan dosa dan kesalahan, baik itu yang besar atau yang kecil, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja dan hanya Allah SWT sajalah yang berhak mengampuni atau tidak dosa-dosa kita itu. Kita sebagai manusia hanyalah Hamba Allah yang hanya bisa berdoa dan memohon untuk diampunkan segala dosa kita. Tentunya doa saja tidak akan cukup jika kita masih saja mengulangi kesalahan dan dosa-dosa itu lagi. Sering kita mendengar kalimat " Lebih baik mantan bajingan daripada mantan ustadz ". Itulah yang pernah terjadi dalam diri saya. Dan kali ini saya akan berbagi tentang tips untuk bertaubat menurut pengalaman pribadi saya. Tips ini tidak ada referensi darimanapun dan hanya berdasar pengalaman pribadi. Untuk masalah pengerttian taubat beserta dalilnya silahkan mencari referensi sendiri karena saya takut jika justru memberikan dalil dan pengertian yang salah tentang hal tersebut. Berikut ini adalah beberapa tips dari saya agar kita dapat menapaki jalan menuju taubatan nasuha, semoga tips ini bisa membantu ;

1. Mulailah dengan niat

Setiap apa yang ingin kita kerjakan hendaknya kita harus memiliki niat terlebih dahulu untuk mengerjakan sesuatu tersebut. Begitu juga dengan Taubat Nasuha. Jika kita sendiri saja belum mempunyai niat dan hanya sekedar keinginan saja maka akan membuat langkah kita menjadi berat untuk menapaki jalan tauba.

2. Jangan berpikir jika hidayah itu datang begitu saja

Sering saya mendengar perkataan orang "Jika Allah SWT telah memberikan hidayah pasti juga kita akan bertaubat. Saat ini Allah belum memberikan hidayah". Bagi saya, ini adalah pemikiran yang salah kaprah. Untuk melakukan taubatan nasuha tidak perlu menunggu hidayah. Karena hidayah itu juga tidak akan datang jika kita tidak berusaha mendapatkannya. Ketika kita sibuk dalam kubangan keharaman sampai hati kita tertutup noda hitam kemaksiatan maka cahaya hidayahpun akan sulit untuk menembusnya. Untuk itu jangan pernah mempunyai pikiran seperti kalimat di atas.

3. Lakukanlah segera dan jangan tunda lagi

Jika memang ingin melakukan taubat nasuha maka segera lakukanlah dan jangan tunda-tunda lagi. Menunda taubat nasuha berarti mengurangi kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk melakukannya. Kita harus sadar bahwa daun muda pun bisa jatuh ke tanah kapan dan dimana saja. Manusia tidak akan bisa memprediksikan kapan waktunya Allah SWT mencabut nyawanya. Bukan hal yang sulit dan mustahil bagi Allah jika Dia mengehendaki mencabut nyawa saya detik ini juga saat sedang menulis artikel ini. Jika ada kata terlambat untuk taubat kita, sesungguhnya keterlambatan itu adalah hasil dari kita yang menundanya.

4. Perbanyak mengingat kematian dan ancaman/hukuman Allah atas dosa yang pernah dilakukan

Mengingat kematian dan ancaman/hukuman dari Allah adalah hal yang wajib ada saat kita menginginkan melakukan taubatan nasuha. Hal ini bisa dilakukan dengan cara sering membaca Al-Qur'an dan terjemahannya juga dengan mengikuti pengajian khususnya yang bertema tentang ancaman/hukuman terhadap dosa-dosa serta kematian. Hal ini sering saya lakukan, dan saya rasa cara ini adalah cara yang ampuh agar kita segera menapaki jalan taubat. Dengan mengingat mati dan ancaman/hukuman dari Allah maka kita akan takut dan sadar bahwa hidup di dunia hanyalah sementara dan bahagia di dunia hanyalah sesa'at. Relakah kita menukar bahagia akhirat yang kekal dengan kebahagiaan dunia yang hanya sesaat?

5. Sebutlah dosa yang pernah kita perbuat disetiap doa kita

Menyebut dosa yang pernah kita perbuat akan mengingatkan kita betapa banyak dosa yang telah kita lakukan. Dengan begitu maka kita akan senantiasa mengingat segala dosa tersebut dan akan memproteksi diri kita untuk melakukan melakukan dosa yang sama.

6. Lakukanlah  shalat taubat dan tahajud

Melakukan shalat taubat dengan diikuti banyak dzikir dan istighfar akan sangat membuat hati kita tenang. Bahkan bisa jadi kita akan berlinangan airmata. Untuk bagaimana tata cara melakukan shalat taubat dan tahajud bisa mencari referensi lain. Banyak sekali blog yang menjelaskannya.

7. Senantiasa berdoa dan berjanji serta berusaha sekuat mungkin untuk tidak mengulangi dosa yang sama

Bertaubat akan menjadi hal yang sia-sia jika setelah itu justru kita mengulangi dosa yang sama. Memang ini adalah hal yang paling sulit. Godaan di arus globalisasi ini banyak sekali memberikan celah kepada kita untuk masuk ke dalam kubangan kemaksiatan. Tapi percayalah, sulit bukan berarti tidak bisa. Semua tergantung pada diri pribadi kita sendiri.

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan. Sekali lagi bahwa tips di atas adalah berdasar pengalaman pribadi dan tidak mutlak memberikan hasil 100%. Silahkan mencari tips lain sebagai referensi. Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat. Tak lupa juga saya doakan semoga kita selalu didekatkan kepada Allah SWT dan diberikan ampunan oleh-Nya. Aamiin.


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas

Puisi Untuk Tuhan

Dhedi R Ghazali | Sunday, May 04, 2014 | 2komentar
Puisi Untuk Tuhan
Sebuah puisi tak ubahnya sebagai ungkapan perasaan yang ingin disampaikan lewat keindahan tulisan. Berbagai puisi banyak tercipta dengan tema yang berbeda, mulai dari percintaan, persahabatan, kehidupan dan tentu juga yang bertemakan keagamaan. Kali ini saya akan membagi puisi hasil karya saya sendiri dengan tema keagamaan. Disini saya akan membagi dua buah puisi yang tercipta saat saya merenung dalam kesendirian dan teringat akan kematian. Rasanya pikiran saya saat itu begitu saja melayang dan hadirkan banyak pertanyaan tentang apa yang telah saya lakukan di dunia ini? Sudahkah saya menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya? Sudahkah ayat-ayat Allah saya baca dan amalkan?. Dari berbagai pertanyaan tersebut saya merasa takut. Lantas kala itu saya tidak bisa tidur hingga tengah malam. Sampai akhirnya saya putuskan untuk melaksanakan shalat malam. Dan saat itulah hati saya bergetar dengan diiringi rintihan memohon ampun kepada-Nya. Berikut ini adalah dua puisi yang saya ciptakan, semoga dapat memberikan kebaikan bagi kita semua.

Ayat-Ayat Berdebu

Ayat-ayat itu tergeletak di lemari-lemari berdebu
Sekedar pajangan di pojokan ruangan
Terjamah oleh sarang laba-laba
Juga beberapa rayap yang menggerogotinya, perlahan

Tak terbaca
Apalagi termaknakan
Dan mustahil teramalkan...

Ayat-ayat itu kini berdebu
Diselimuti kotoran-kotoran cicak
Penuh bercak-bercak
Tak nampak jejak-jejak pemiliknya
Tertinggalkan oleh fana dunia

Lalu dimana ayat-ayatmu?
Mungkinkah juga berdebu?


Aku Malu Dengan-Mu
Oleh: Dhedi R Ghazali

Aku...
Berlumuran dosa-dosa
bermandikan air kubangan nista
kotor, busuk
tiang-tiangku remuk tak berbentuk
: melapuk

Ya Allah,
berulang dan berulang kali syetan berhasil membujukku
menebarkan benih-benih kemaksiatan
yang kini tumbuh menjadi pohon-pohon berbuah dosa
berakar menjalar, menjalari setiap perbuatan

Ya Allah,
berkali-kali dan berulangkali iman ini mati
lemah tak terpapah
: enyah sudah

Ya Allah,
ampunilah aku
belenggulah nafsu yang menggebu
kokohkanlah tiang-tiangku
berikanlah hidayah-Mu
tumbangkanlah pohon-pohon dosaku
tebarkanlah dzikir-dzikir di hatiku
kembalikan aku ke jalan-Mu
aku mohon kepada-Mu

Sesungguhnya aku malu pada-Mu
dengan segala kesadaranku

Yogya, 1 April 2014



Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yang memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)




Kehidupan Tanpa Batas

Puisi Kehidupan ( Dibantai Keadaan )

Dhedi R Ghazali | Saturday, May 03, 2014 | 0 komentar
 
Puisi Kehidupan ( Dibantai Keadaan )

Dibantai Keadaan
Oleh: Dhedi R Ghazali

Mampus aku!!!
Denting hinaan terdengar
semerdu suara peluru-peluru,
berhamburan di medan perang

Jiwaku merenung di sudut kekalutan
diterkam nuansa mencekam...
Mungkinkah aku bertahan?

Entahlah...
suasana ini telanjangi hati
Hingga terlihat jelas
lebam biru menyelimutinya
Begitu terlihat pun berbau busuk
membangkailah sudah,
Berdarah, bernanah
; mampus sudah!

Yogya, 06 April 2014
Kehidupan Tanpa Batas

Sahabat Terbaik Adalah Orang Tua Kita

Dhedi R Ghazali | Friday, May 02, 2014 | 0 komentar
Sahabat Terbaik Adalah Orangn Tua Kita
Setiap orang tentu mempunyai sahabat. Entah berapapun banyak sahabat yang kita punya, pasti pula akan ada satu sahabat yang akan sangat berkesan dan berpengaruh dalam kehidupan yang kita jalankan. Di sisi lain kita juga tak bisa menutup mata jika terkadang justru orang yang selama ini kita anggap sebagai sahabat kita ternyata mengkhianati kepercayaan yang kita berikan kepadanya. Sering saya mendengar teman dan sahabat saya mencurahkan isi hatinya. Mereka telah sangat percaya kepada seseorang dan menceritakan keluh kesah kepadanya, tidak hanya hal yang bersifat biasa bahkan hal yang bersifat rahasia serta pribadipun telah diceritakan. Akan tetapi apa mau dikata, setiap orang mempunyai sifat yang mudah berubah layaknya musim yang selalu mengalami perubahan. Pada akhirnya semua yang dia ceritakan justru diceritakan kepada orang lain sehingga cerita itu menyebar luas bagaikan diterbangkan angin dan membisikkan semua kepada telinga-telinga yang dilaluinya. Pernahkah hal ini terjadi pada Anda?

Secara pribadi saya sendiri pernah mengalami hal tersebut. Sebuah penghiantan diguratkan oleh sahabat saya sendiri. Ternyata lamanya persahabatan tidak bisa menjadi jaminan dan hitungan. Sudah hampir 3 tahun saya bersahabat dengan dia. Akan tetapi hanya karena adanya kesalahpahaman serta adu domba pihak ketiga akhirnya sahabat saya itu saat ini seolah menjadi musuh saya sendiri. Pengkhiantan telah dia berikan, bahkan sampai dia menyebarkan berita yang seharusnya menjadi rahasia antara dia dan saya. Entah apa yang ada dibenak sahabat saya itu. Sungguh dia berubah begitu cepat dan dengan alasan yang sampai saat ini belum saya temukan. 

Penghianatan
Oleh: Dhedi R Ghazali

Jubah kesabaran ini terlalu berat
Kutanggalkan saja biar sabarku bebas bergerak
Biarkan saja kesana kemari dan lalu pergi
Meninggalkan tubuh telanjang ini

Tubuhku kini telanjang kawan
Hingga terlihat jelas sayat-sayat hianat yang kau gurat...
Tidakkah kau iba?
Sedang kulihat kau tertawa

Tak sadarkah kau
telah menginjak-nginjak aku saat tubuhku tersungkur?
Atau mungkinkah kau lupa
akan aku yang selalu ada disetiap keadaan yang menerpa?

Dimana janji setiamu itu?
Hingga kau lindas aku dengan keangkuhanmu
Kau datang saat kau membutuhkan
Sedang kau pergi saat aku sendiri

Sudahlah kawan
Kesabaran ini tak lagi sekuat karang
Kini telah hancur diterpa topan penghianatan
Semua yang pernah kita lewatkan
Hanyalah sebatas kenangan yang tak layak untuk dikenang

Aku pergi kawan
Menikmati perihnya sayatan yang kau guratkan
Dengan sengaja dan dengan sadar adanya.

Yogya, 12 April 2014

Setelah saya pikirkan, ternyata saya menemukan hal yang mungkin selama ini saya lupakan. Apa itu? Hal tersebut adalah sesungguhnya sahabat yang paling dekat dan paling tepat untuk kita jadikan tempat mencurahkan isi hati adalah keluarga dan saudara kita sendiri. Bukan berarti kita tidak perlu mencari sahabat, kita tetap harus mempunyai sahabat karena bagaimanapun juga kita tidak akan bisa hidup sendirian tanpa adanya sahabat yang mendampingi setiap langkah kita. Akan tetapi akan lebih baik jika kita tidak menceritakan semua permasalahan terutama permasalahan yang pribadi kepada sahabat kita tersebut. Bagaimanapun juga kita harus tidak mudah percaya dengan orang lain meskipun orang tersebut sudah dekat dengan kita. 

Itulah sekelumit cerita nyata yang saya alami sendiri. Semoga dengan sedikit rangkaian kalimat tersebut dapat berguna bagi kita. Ingatlah sesungguhnya kita telah mempunyai sahabat terbaik yang begitu dekat dengan kita dari kecil dan tak akan pernah tergantikan, mereka adalah Ayah dan Ibu kita ( Orang Tua Kita ). Jadi akan lebih bijak jika kita bisa menyisakan waktu dalam kesibukan kita sehari-hari untuk share dengan mereka. Jika kita saja mau untuk bercengkrama dan bermain dengan teman-teman kita, lantas apa kita tidak bersalah jika kita tidak melakukan hal yang sama kepada kedua orang tua kita?


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)


Kehidupan Tanpa Batas

Menggapai Cita-Cita ( Kisah Nyata )

Dhedi R Ghazali | Thursday, May 01, 2014 | 5komentar
Menggapai Cita-Cita ( Kisah Nyata )
Assalamualaikum wr.wb
Dengan mengucap Bismillah,
     Lewat tulisan ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama melalui berbagai proses rekrutmen CPNS ( Calon Pegawai Negri Sipil ) Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mampu menjadi penyemangat serta motivasi bagi para rekan-rekan yang nantinya akan mencoba untuk mendaftar menjadi CPNS Kementerian Hukum dan HAM di tahun-tahun berikutnya.
    Sebelum saya memulai cerita dan pengalaman saya, alangkah baiknya saya memberitahukan kepada para pembaca , apa yang nantinya akan saya ceritakan lewat tulisan ini adalah sebuah fakta yang insyaallah tidak ada rekayasa didalamnya.  Nama saya Dhedi Rusli Ghazali, tinggal di Kabupaten Bantul. Saat ini sedang menempuh kuliah disalah satu Universitas Swasta di Yogyakarta, Jurusan Sistem Informasi. Saya merupakan salah satu pendaftar CPNS yang lolos seleksi di Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012. Insyaallah tertanggal 1 April 2013 SK saya sudah turun dan selangkah lebih dekat untuk menggapai cita-cita saya menjadi seorang PNS. Saya adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara di sebuah keluarga yang sederhana. Meskipun demikian saya sangat berbangga dan bersyukur telah dikaruniakan keluarga yang menurut pribadi saya amat sangat berharga dan tak akan ternilai harganya, terutama kedua orang tua saya yang selalu memberikan semangat disaat saya melewati masa-masa sulit ketika proses rekrutmen CPNS KEMENKUMHAM DI. Yogyakarta. Ayah saya hanyalah seorang penjahit sederhana yang membuka usaha dirumah, sedangkan ibu saya adalah seorang pedagang makanan tepatnya berjualan Soto dan gado-gado. Kenapa saya menceritakan latar belakang keluarga saya, hal ini dikarenakan saya ingin memberikan sebuah pesan kepada pembaca bahwa dalam mencapai sebuah cita-cita khususnya cita-cita menjadi PNS Kementerian Hukum dan HAM, latar belakang keluarga “TIDAK” bisa dijadikan alasan untuk kita pesimis dan menyerah dalam menggapai cita-cita tersebut. Karena didalam syarat-syarat mendaftar CPNS khususnya Kementerian Hukum dan HAM “TIDAK” ada syarat yang menganjurkan kita harus berasal dari keluarga yang mampu, kaya, terpandang dan lain sebagainya. Maka jangan pernah menjadikan latar belakang keluarga sebagai alasan serta hambatan untuk tidak berusaha menggapai apa yang kita inginkan terutama dalam usaha menjadi PNS Kementerian Hukum dan HAM. Karena jika kita merasa minder dengan latar belakang keluarga kita, maka bisa saya katakan “ ANDA TELAH MENYERAH SEBELUM BERPERANG “ .

    Keberhasilan saya dalam menggapai cita-cita saya untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan insyaallah menjadi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum dan HAM bukanlah suatu keberhasilan yang mudah didapat dengan cara yang instan. Semua saya gapai dengan penuh perjuangan, pengorbanan dan semangat serta percaya diri yang tinggi. Bukan kali pertama pula saya mendaftar CPNS Kementerian Hukum dan HAM. Saya sudah 2 kali mendaftar CPNS kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kenapa saya bercita-cita menjadi seorang PNS, jujur karena saya ingin mengangkat derajat orang tua saya di mata masyarakat dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa saya dan keluarga saya mampu serta sanggup berperestasi. Tak dipungkiri, menjadi PNS adalah keinginan banyak orang tak terkecuali pemuda didaerah kelahiran saya, karena menjadi seorang PNS akan secara otomatis membuat kita mempunyai sebuah kedudukan dimasyarakat dan tidak akan dipandang sebelah mata lagi. Dikehidupan sekarang, kesenjangan sosial sangat terasa dilkalangan masyarakat. Untuk itulah saya ingin sekali membuktikan bahwa saya mampu menjadi PNS melalui seleksi serta lolos dengan murni tanpa menggunakan “JASA”. Karena yang selama ini sangat melekat dimasyarakat bahwa seorang yang  lolos seleksi CPNS sebagian besar adalah “ ORANG BAWAAN”. Bagi saya semua itu tidak membuat Pesimis saya, apapun yang kita inginkan harus kita usahakan. Sebagai manusia kita hanya bisa berncana dan berusaha, sedang hasil akhir adalah sepenuhnya Kehendak Allah SWT.

    Tahun ini bukanlah pertama kalinya saya mendaftar CPNS Kementerian Hukum dan HAM DI Yogyakarta. Sudah 2 kali saya mendaftar, dan alhamdulillah pendaftaran tahun 2012 ( pendaftaran kedua ), saya dapat lolos seleksi dan menjadi CPNS tertanggal 1 April 2013 di Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta. Pada tahun 2010 yang lalu, saya juga mendaftar CPNS. Waktu itu saya tidak lolos seleksi ditahap Tes Tertulis. Pada pendaftaran pertama tersebut, beredar dimasyarakat bahwa 80% sudah orang “BAWAAN”, sedang sisanya baru lolos seleksi murni. Saya waktu itu sempat pesimistis, namun seiring waktu dan atas nasehat orang tua saya, saya tidak pernah memikirkan berita tersebut. Entah berita itu benar atau salah, saya tidak mau tahu. Yang saya lakukan hanyalah berusaha dan terus berusaha agar saya bisa lolos seleksi tersebut. Singkat cerita dipendaftaran tahun 2010 tersebut saya hanya sampai pada tes tertulis dan tidak lolos dites tersebut. Sempat saya merasakan prustasi dan mulai putus asa waktu itu. Dipikiran saya mulai menyeruak sekumpulan mainset yang negatif. Saya mulai berfikir bahwa saya memang tidak mampu menjadi PNS dan parahnya lagi saya juga berfikir bahwa menjadi seorang PNS hanyalah diperuntukkan orang-orang yang mempunyai modal Uang yang besar. Pemikiran-pemikiran negatif tersebut sangat mengganggu pikiran saya selama 1 tahun teakhir sehingga saya memutuskan untuk meneruskan Pendidikan saya kejenjang perguruan tinggi dan berniat tidak akan mendaftar menjadi PNS lagi.

    Selang 2 tahun kemudian tepatnya sekitar pertengahan bulan Juli tahun 2012, dibuka kembali rekrutmen CPNS Kementerian Hukum dan HAM. Waktu itu saya sudah berada disemester 6 awal semester 7. Suatu hari saya didatangi teman, sebut saja namnya Galih. Saya tidak akan lupa dengan dia, karena tanpa dia saya tidak akan pernah lolos seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah DI Yogyakarta. Waktu itu kalau tidak salah tepat 3 hari sebelum pendaftaran ditutup, Galih datang kerumah saya dan memberitahu kalau ada lowongan kerja CPNS via online. Dia mengajak saya untuk ikut mendaftar, saya sempat ragu-ragu selain karena saya berniat menyelesaikan kuliah dulu dipikiran saya juga masih ada sisa-sisa kekecewaan kegagalan waktu pendaftaran tahun 2010. Saya menanggapi ajakan itu dengan tidak serius dan hanya tersenyum-tersenyum saja waktu itu. Akhirnya saya menolak untuk ikut mendaftar. Malam harinya  setelah makan malam bersama ayah saya, sekitar pukul 19.30 WIB, saya sharing dengan beliau. Meminta pendapat beliau sebaiknya apa yang harus saya lakukan, ikut mendaftar atau tidak. Selama 30 menit beliau meberikan pendapat yang menurut saya juga sebagai pelecut semangat saya. Beliau berkata yang intinya , tidak ada salahnya mencoba. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu apa hasil yang kita dapat. Seandainya kita gagal, pasti kita akan mendapatkan pengalaman berharga yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Ada kata-kata yang sampai saat ini masih sangat melekat dipikiran saya, beliau berkata “ Le, awake dhewe manungso iku mung iso berencana lan usaha, nek masalah hasile iku wes wewenange Gusti Allah. Nek awake dhewe ra usaha lan doa, Gusti Allah ra bakal ngenehi dalan !” Artinya, Nak, kita manusia itu hanya bisa berencana dan berusaha, sedang maslah hasil itu adalah Kehendak Allah SWT. Kalau kita tidak mau berusaha dan berdoa, Allah SWT tidak akan memberi jalan kepada kita. Kata-kata itulah yang sampai saat ini menjadi prinsip saya dalam menjalani kehidupan, nasehat itu pula yang membuat saya kembali bergairah untuk memulai dari awal usaha saya dalam menggapai cita-cita saya menjadi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum dan HAM.

    Akhirnya saya bertekad untuk berusaha kembali mendaftar CPNS dan membuang jauh-jauh masa lalu ditahun 2010 yang gagal melewati seleksi CPNS. Seketika setelah saya sharing dengan ayah saya, sekitar pukul 20.30 WIB saya langsung pergi kewarnet untuk mendaftar online. Saya mendaftar menggunakan ijazah SMA sebagai Pengamanan Pemasyarakatan ( sipir ). Dari sinilah awal cerita perjuangan saya melewati tahapan demi tahapan samapai akhirnya saya lolos seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM tahun 2012. Pagi harinya, berarti 2 hari sebelum pendaftaran ditutup, saya harus bisa melengkapi syarat-syarat administrasi yang nantinya dikirim ke Kantor Wilayah. Saya benar-benar memulai dari nol, belum ada satu syaratpun yang sudah saya miliki. Mulai dari legalisir ijazah SD, SMP dan SMK, SKCK, Kartu Pencari Kerja, Surat keterangan Sehat dan syarat-syarat lainnya. Sempat saya kembali berfikir apakah saya sanggup melengkapi syarat-syarat tersebut selama 2 hari ??. Namun saya teringat kata-kata ayah saya yang menuntut saya untuk berusaha sekuat mungkin. Dan disinilah kata-kata orang tua saya terbukti, bahwa pengalaman itu akan sangat berharga dikemudian hari. Karena pengalaman saya mendaftar CPNS tahun 2010, maka saya sudah tahu apa saja yang perlu saya lakukan pertama kali untuk melengkapi syarat-syarat tersebut. Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka percaya diri saya mulai tumbuh. Hari pertama saya lewati untuk mencari surat keterangan sehat serta legalisir ijasah. Malam harinya saya membuat surat lamaran. Hari berikutnya saya melengkapi syarat yang lain yaitu mencari SKCK dan Kartu Pencari Kerja. Sampai akhirnya semua syarat sudah lengkap dan tinggal menngirim via pos.
Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya keluar pengumuman bahwa saya lulus seleksi berkas. Dan menuju tahap berikutnya yaitu cek fisik dan penyesuaian berkas yang telah dikirim via pos dengan data yang asli. Saat tahap berikutnya, saya tidak sendirian lagi. Galih juga lolos tahap pertama, dan mulai dari sini saya melanjutkan tahap berikutnya bersama dia. Mulai dari sini pula ada kejadian yang lucu sekaligus membuat saya mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Ditahap cek fisik saya lalui dengan mulus, maklumlah secara fisik tahun kemarinpun mulai dari berat badan, tinggi badan saya sudah memenuhi syarat, jadi sudah optimis lolos. Namun ternyata ditahapan penyesuaian berkas, tidak saya lalui dengan mulus. Waktu itu ternyata ada salah satu surat yang lupa tidak saya bawa yaitu KK ( Kartu Keluarga ). Dan itu saya sadar saat ditanya oleh panitiua seleksi,
“ KK dibawa gak mas ???”.
 Karena gugup, saya jawab aja “  Gak bawa Bu, terus gimana Bu??.
Panitia tersebut jawab “ YA kalau tidak ada KK berarti gak lengkap, dan tidak lulus”. Seketika itu juga saya terdiam, dan mulai kebingungan.
Akhirnya saya mendapatkan ide, saya bertanya pada panitia tersebut” Kalau saya ambil dulu gimana bu?
Dijawab “ Bisa saja, tapi harus antri dari awal “.
Akhirnya saya putuskan menghubungi adik saya untuk membawakan KK tersebut ke tempat pendaftaran. Waktu itu pas Puasa Ramadhan, dan saya harus mulai antri di antrian paling belakang. Seharian saya menunggu giliran, cuaca panas menyengat tak saya hiraukan dan Alhamdulillah meskipun demikian saya tetap mampu melanjutkan puasa saya. Sampai akhirnya saya lolos tahap tersebut dan lanjut ke tahap tes SAMAPTA.
Karena jadwal tes SAMAPTA masih lama, maka ada waktu untuk mempersiapkan fisik dengan latihan-latihan. Sedikit banyak saya tahu apa saja yang dilaksanakan saat tes tersebut dari pengalaman pendaftaran tahun 2010. Selang waktu , saya tidak hanya berdiam diri. Setiap 2 x dalam seminggu saya latihan, seperti lari sore, latihan push up dan benar-benar melatih fisik saya untuk menghadapi tes selanjutnya. Saat itupun saya sudah mulai mencari latihan-latihan soal online tes tertulis, berkaca dari pengalaman tahun 2010 yang gagal dalam tes tertulis saya bertekad untuk benar-benar memanfaatkan waktu saya untuk belajar dan belajar. Saya optimis sekali akan lolos tes SMAPTA, dan akan mampu melanjutkan tes tertulis. Maka itu saya mulai belajar. Setiap malam saya belajar mengerjakan soal-soal tertulis yang bisa didownload gratis. Maklum, mengingat keuangan yang minim jadi Cuma bisa belajar dengan soal-soal gratis, bukan dari buku-buku yang dijual. Tidak cukup sampai disitu, selain mengumpulkan soal-soal CPNS, saya juga mencari inspirasi dari orang-orang yag telah diterima menjadi PNS . Ketika banyak rekan-rekan yang sibuk dengan kuliah yang sudah mulai masuk semester2 akhir, kebetulan waktu itu juga pas saat saya sedang menjalankan KKL ( Kuliah Kerja Lapangan ) justru saya palah menyibukkan diri dalam persiapan tes CPNS tahap berikutnya, sampai pada akhirnya kuliah saya sempat terbengkalai dan nilai yang didapat pun tidak sebagus nilai-nilia kemarin. Yang ada dipikiran saya waktu itu hanyalah, kesempatan ini tidak boleh saya lewatkan sedang masalah kuliah bisa diperbaiki nilainya dengan jalan mengambil ulang mata kuliah meskipun harus memabayar registrasi ulang setiap SKSnya, namun saya berfikiran kalau saya diterima CPNS kali ini, saya rasa masalah uang tidak akan terlalu menyulitkan lagi. Kembali saya teringat nasehat ayah saya yang mengatakan manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Saya mulai berdoa setiap saat, setiap shalat maghrib serta shalat isya saya berjamaah dimasjid dan setiap selesai shalat saya selipkan doa agar saya dilancarkan dalam menghadapi tes CPNS serta lolos dalam setiap tahap seleksinya. Kebetulan waktu itu pula sedang dalam bulan ramadhan, saya juga kadang melaksanakan shalat malam dimasjid bersama Ayah saya disitu pula saya tidak lupa meminta dan memohon pertolongan dari Allah SWT. Tidak cukup disitu saja, saat hari raya, didaerah saya ada tradisi “ Sungkeman”. Tradisi ini adalah sungkem pada saudara serta tetangga yang lebih tua dari kita, saat sungkeman pun saya meminta doa dari orang-orang yang saya sungkemi, setiap sungkeman saya selipkan doa “ kula nyuwun donga pangestunipun mugi-mugi nopo kemawon ingkang kula cita-cita aken saget dipun ijabahi kalian Allah SWT “ Artinya, saya minta doanya agar apa saja yang saya cita-citakan dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Waktu itu didalam hati saya berkata cita-cita saya untuk saat ini adalah diterima CPNS, semoga cita-cita tersebut dapat tercapai.

Singkat waktu tibalah waktu tes SMAPTA dimulai. Waktu itu tes dilaksanakan di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta. Saat tes tersebut setiap peserta dianjurkan untuk membuat nomor dada yang telah ditentukan oleh panitia. Malam hari sebelumnya saya sudah membuat nomor tersebut, namun kembali lagi terjadi kejadian yang tidak diduga. Nomor yang harusnya ditulis 4 digit angka terakhir nomor pendaftaran, ternyata saya hanya menuliskannya 3 digit. Panitiapun tidak menerima hal tersebut, akhirnya saya kembali keluar stadiun saya lihat diluar banyak orang yang menyediakan jasa pembuatan nomor dada. Namun kalau tidak salah , setiap nomor dada dihargai 20 ribu. Sedangkan saya hanya membawa uang 15 ribu, saya sempat kebingungan. Akhirnya saya berinisiatif untuk membuat ulang nomor dada saya, nomor dada yang sudah saya buat saya renovasi untuk membuat nomor dada baru. Saya mencari toko yang menjual spidol warna hitam, akhirnya saya beli spidol tersebut dengan harga Rp. 2000. Saya tulis kembali nomor yang 4 digit dibalik nomor yang 3 digit, menuliskannya pun tidak sesuai aturan mungkin waktu itu nomor dada yang paling jelek adaah milik saya. Maklum dibuat mendadak saat itu juga. Akhirnya nomor dada tersebut selesai saya kerjakan, dan mulai antri mendaftar tes lagi dari urutan belakang lagi. Saat itu sudah pukul 11 siang saya akhirnya mendapat giliran. Saat saya dipanggil, untuk tes SMAPTA, salah seorang panitia bertanya, “ Mas nomor dadanya kug penulisannya tidak sesuai dengan ketentuan “. Saya pun menceritakan hal yang terjadi sebenarnya, untunglah panitia tersebut mengerti dan mengizinkan saya uttuk mengikuti tes tersebut. Waktu tes tersebut saya mampu berlari 6 putaran lapangan selama 11 menit, mampu sit Up sebanyak 40 x daam 1 menit, push up 20 x dalam 1 menit dan lari zig-zag sebagai yang tercepat dalam kelompok saya. Akhirnya tes tersebut mampu saya lewati, dan tinggal menunggu pengumuman dari panitia.

Akhirnya tibalah hari pengunguman kelolosan tes SMAPTA, waktu itu pengumuman ditempel didaerah Kanwil Kemenkumham DI. Yogyakarta, saya pun datang kesana dan Alhamdulillah lolos tes SMAPTA. Yang lolos tes tersebut masih berjumlah ribuan orang.  Saat melihat pengumuman tersebut, banyak orang yang menjajakan soal-soal latihan soal-soal CPNS. Waktu itu banyak rekan-rekan yang lolos berbondong-bondong membeli latihan soal tersebut, namun tidak bagi saya karena memang tidak mempunyai uang. Namun saya tidak begitu saja menyerah, saya mencari kenalan yang membeli soal-soal tersebut, dan saya pinjam untuk difoto copy yang harganya akan relatif lebih murah. Akhirnya saya pun juga punya latihan soal tersebut, meskipun hanya foto copy. Bagi saya yang penting masih bisa dibaca dan dipelajari.  Hari demi hari menunggu waktu tes tertulis saya lewati dengan terus mempelajari kumpulan soal yang saya punya, baik hasil download di internet maupun pinjam dari teman. Selama itupun saya mulai teringat masa lalu yang gagal dalam tes tertulis, namun justru hal tersebutlah yang memicu semangat saya untuk lebih keras berusaha. Waktu itu pula, nada-nada pesimis dari teman-teman dan tetangga mulai terdengar. Tetangga dan teman-teman saya mulai berkata, “ Kowe ra bakal iso lolos, sing lolos ki wes cah gawan kabeh, rasah mimpi dhuwur-dhuwur mung stres ngko, mending fokus kuliah”. Artinya, “ Kamu tidak akan bisa lolos, yang lolos itu sudah orang “BAWAAN” semua, tidak usah bermimpi tinggi-tinggi daripada palah stres, lebih fokus kuliah saja “. Namun saya Cuma tersenyum saja mendengar kata-kata tersebut, sambil saya jawab “ arep wong gawan, ora gawan, ra tak pikir. Sing penting aku wes usaha karo doa, nek ra lolos yowes berarti dudu rezekiku”. Artinya, Mau orang “bawaan” atau tidak, saya tidak mau memikirkan hal itu. Yang penting saya sudah berusaha dan berdoa, jika memang tidak lolos ya berarti bukan rezeki saya.

Banyak sekali berita yang beredar tentang orang “BAWAAN” waktu itu, tapi saya tidak mau tahu dan tidak mau terpengaruh dengan kata-kata tersebut. Tetap optimis dan tetap belajar untuk menghadapi tes tertulis, itulah hal yang saya lakukan. Toh yang mendaftar itu saya, bukan mereka yang bisanya Cuma ngomong saja tanpa tahu fakta yang ada. YA meskipun entah berita itu benar atau tidak, saya juga tidak tahu dan tidak mau tahu, saya tetap fokus terhadap usaha dan doa dalam mencapai tujuan saya. Sampai pada akhirnya malam hari sebelum ujian tertulis, saya menyiapkan alat-alat yang diperlukan. Pagi harinya, tes tertulis dimulai. Sebelum berangkat, saya sempatkan melakukan shalat dhuha terlebih dahulu untuk meminta kemudahan pada Allah SWT. Setelah itu, saya sungkem pamit dengan ayah,ibu dan nenek saya dan meminta doa mereka. Ditempat ujian, saya lihat disamping saya sudah membawa pensil baru, penghapus baru, pengerta baru, dan alas papan yang terlihat baru pula. Saya pun mulai menyiapkan peralatan, yang saya bawa adalah pensil yang tinggal seperempat batang, penghapus yang tinggal separo dan alas papan yang saya buat sendiri dari triplek bekas maenan ponakan saya. Yang sering dia gunakan untuk belajar menulis dan menghitung dengan kapur. Maklum saya hanya ingin mamksimlakna alat-alat yang sudah ada dan masih bisa digunkan, toh juga Cuma digunakan untuk satu hari tersebut, jadi saya tidak membeli peralatan baru. Tibalah waktu tes dimulai, saat tes dilaksanakan, banyak rekan-rekan sekitar saya duduk yang saling contek mencontek satu sama lain, . Bahkan ada yang sempat minta jawaban dari saya, namun saya hanya diam. Sampai akhirya dia berbisik pada teman sebelahnya menyindir saya dengan kata-kata “ Sok pintar , gak bakalan lulus dia”. Saya pun tidak gubris kata-kata mereka, Cuma beristighfar dan tetap fokus mengerjakan soal tersebut. Sisa waktu tinggal sebentar lagi, rekan-rekan yang lain sudah mulai berhamburan keluar ruangan. Namun tidak bagi saya, waktu yang masih ada saya gunakan untuk mengoreksi ulang jawaban-jawaban saya. Sampai akhirnya dinyatakan waktu habis, baru saya keluar ruangan. Singkat cerita akhirnya tes tertulis tersebut sudah selesai saya hadapi.

Hari demi hari saat menunggu hasil tes tertulis, saya tetap memanjatkan doa agar dapat lolos tes tertulis tersebut. Saat itu pengumuman sempat ditunda sebanyak 2 x. Saya pun sempat mulai pesimis.Agar tidak terlalu kepikiran, saya kembali fokus dan mulai memperbaiki nilai-nilai kuiah saya serambi menunggu hasil tes tersebut. Suatu hari saya jatuh sakit karena terlalu kelelahan saat diajak saudara pergi kesragen ke tempat saudara saya. Saya sempat dirawat inap selama 3 hari. Di RS dokter mengatakan saya kecapekan dan terlalu banyak pikiran. Jujur mamang waktu itu saya kepikiran hasil tes yang sempat ditunda 2x, pesimistis sempat menyelubungi hati saya hingga saya jatuh sakit. Saat sakit saya Cuma bisa berbaring di RS, dan masih memikirkan hasil tes. Suatu hari ayah saya berkata “ Wes, rasah dipikerke, Insyaallah ketompo, tak dongake. Ndelok ne mu usaha wae aku wes seneng le “. Artinya : Sudah, tidak usah dipikirkan, Insyaallah diterima, tak doakan. Melihat usaha keras kamu saja, saya sudah senang nak. Mendengar kata-kata tersebut saya terenyuh dan pengen segera sembuh serta sangat berharap saya bisa lolos tes tersebut. Akhirnya saya diperbolehkan pulang oleh pihak RS, waktu itu kalau tidak salah tiga hari sebelum pengumuman tes yang ketiga kalinya. Tibalah waktu pengumuman tes, pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB, saya pergi kewarnet untuk melihat pengumuman. Saat saaya buka pengumuman, begitu kaget bercampur senag, haru dan seolah tidak percaya , tenyata di pengumuman tersebut ada nama DHEDI RUSLI GHAZALI . Seketika itu juga saya bersujud syukur kepada Allah, hasilnya lalu saya print dan saya bawa pulang. Sesampainya dirumah, saya memberikan hasil tersbut, langsung ayah sama ibu saya memeluk saya dan mengucapkan selamat. Setelah itu, saya kabari kakak saya yang berada di Tegal, dia pun menangis mendengar kabar bahagia tersebut. Sungguh sangat bersyukur sekali Kepada Allah Yang telah mengabulkan doa saya. Meskipun demikian , masih saja ada beberapa orang yang belum percaya saya lolos tes. Bahkan sempat ada kata-kata “ Nganggo duit piro kowe kug iso ketompo’? Pakai uang berapa juk kamu bisa diterima. Saya jawab “ Po yo bakul soto ro tukang jahit duwe duit puluhan juta nggo mbayari ben ketompo???”. Apa penjual soto dan penjahit punya uang puluhan juta buat membayari biat bisa diterima???. Demi Allah dan Kedua orang tua saya, Saya bisa lolos tes ini tidak dengan uang suap satu rupiahpun.

Singkat cerita adalah menuju pemberkasan ulang. Dipemberkasan ulang saya harus menyiapkan dan membuat ulang kembali SKCK, Karti Pencari Kerja, Kartu Sehat dan surat bebas narkoba. Untuk membuat semua itu diperlukan uang ratusan ribu, dan jumlah tersebut bagi keluarga saya bukanlah jumlah yang sedikit. Terlebih lagi uang tabungan sudah terkuras untuk biaya pengobatan saya di RS. Sampai akhirnya orang tua saya menggunakan uang sisa tabungan untuk membayar kuliah adik saya. Saat itu saya berjanji, “ Besar uang yang sudah orang tusa saya keluarkan selama tes CPNS ini akan saya kembalikan 2 x lipat saat saya sudah mendapat gaji dari pekerjaan saya ini’. Itu dan nadzar saya. Melihat perjuangan, pengorbanan serta dukungan orang tua saya, saya akan memabalas semua itu dengan hasil jerih payah saya. Sebisa mungkin dengan gaji saya besok, saya akan membahagiakan dan membanggakan orang tua saya. Pada akhirnya, tanggal 1 April 2013 besuk adalah hari penyeraha SK. Saya diterima sebagai Pengamanan Pemasyarakatan di LAPAS II B Wates. Namun ini bukanlah akhir dari perjuangan saya untuk mendapat gelar PNS karena saat ini saya masih berstatus CPNS. Semoga saya segera diangkat sebagai PNS dan membuat bangga keluarga serta saudara-saudara saya. Dan lewat pekerjaan saya ini, sebisa mungkin saya akan mengabdikan diri saya untuk Allah SWT, untuk orang tua saya dan untuk Negara saya yaitu Negara Republik Indonesia. Itulah cerita dan pengalaman saya saat menjalani tahap demi tahap rekrutmren CPNS KEMENKUMHAM Kanwil DI. Yogyakarta, semoga bisa menjadi inspirasi dan semangat bagi rekan-rekan semua. Ada beberapa point penting yang ingi saya sampaikan bagi rekan-rekan yang ingin mendaftar CPNS terutama CPNS KEMENKUMHAM ditahun depan, yaitu :

1.    Jangan pernah menjadikan latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi kita sebagai hambatan dan alasan dalam menggapai cita-cita. Apapun latar belakang keluarga kita, tidak pernah jadi masalah terutama utuk mendaftar CPNS Kementerian Hukum dan HAM.
2.    Jangan terlalu lama terpuruk dalam kegagalan, karena kegagalan bukanlah akhir akan tetapi jadikan kegagalan tersebut sebagai pengalaman untuk kemudian hari.
3.    Teruslah berusaha, karena kalau kita tidak mencoba dan berusaha kita tidak akan pernah tahu apa hasilmya. Jangan berfikir semua dalah keberuntungan, karena keberuntungan juga perlu diusahakan.
4.    Kita sebagai manusia hanyalah bisa berencana dan berusaha, sedang hasil akhir adalah milik Allah SWT. Tetaplah berdoa dan terus berusaha, jangan pernah berhenti mencoba karena kita akan kalah saat kita mulai berhenti untuk mencoba.
5.    Mohon doa dan restu orang tua dalah penting adanya. Tampa mereka kita tidak akan bisa apa-apa.
6.    Apapun kata orang lain yang negatif, jangan pernah terlalu difikirkan. Tetap optimis, dan fokus untuk mencapai tujuan kita.

Itulah cerita dari saya, dan saya tegaskan sekali lagi ini adalah realita, “ DEMI ALLAH DAN KEDUA ORANG TUA SAYA, SAYA LOLOS MENJADI CPNS KEMENKUMHAM TIDAK MENGELUARKAN UANG SUAP SATU RUPIAHPUN. SAYA LOLOS DENGAN HASIL USAHA DAN DOA”.
Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi serta motivasi. Sekian dan terima kasih. Saat ini saya tengah menempuh skripsi untuk mendapat gelar Sarjana Komputer, saya minta doa agar saya dapat lulus dengan hasil yang maksimal. Dan semoga saya bisa emnggapai cita-cita saya dan  diangkat menjadi PNS secepatnya. Amin .....

Wassalamualaikum,.wr.wb . . .


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)



Kehidupan Tanpa Batas

Mohon Ampunan-Mu

Dhedi R Ghazali | Thursday, May 01, 2014 | 3komentar
Mohon Ampunan-Mu
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Terbuai oleh kenikmatan dunia yang sesaat seringkali menjadi hal yang sering terjadi dalam kehidupan manusia di dunia ini. Terlebih jika kita kaitkan dengan kehidupan beragama maka yang akan ada hanyalah sebuah penyesalan yang akan berujung pada permohonan ampunan pada Tuhan. Saya yakin bahwa telah banyak puisi yang bertemakan "Mohon Ampun". Kali ini saya akan memposting sebuah puisi yang bertemakan " Mohon Ampun ". Sebuah puisi yang berisi renungan untuk kita semua agar selalu mengingat Allah SWT. Semoga puisi ini dapat bermanfaat. Aamiin.

Aku Mohon Ampun

Untaian doa dalam balutan ketulusan cinta
Kuterbangkan bersama keimanan yang kian pudar
Hanya teruntukmu Tuhan

Terlampau jauh hambamu ini tersesat
Terbuai nikmat-nikmat sesaat
; maksiat
...
Telanjangi ragaku
Sirami dengan ampunan-Mu
Harapku sekedar ridho-Mu

Hati ini terlalu memar
Tersamar oleh noda hitam yang menyerang
Hingga lebam biru semakin membiru
Membusuk terpenuhi laku-laku buruk

Aku bersimpuh
Dengan ikhlasku yang penuh
Aku bersujud
Bersama deraian airmata
Yang begitu saja keluar
Sesaat setelah kusebut namamu Tuhan

Tersungkur aku dalam tafakur
Mengenang kelam hidup yang sempat hancur
Merebah aku dalam muhasabah
Melemah tanpa pernah tersentuh sajadah

Aku ingin pulang Tuhan
Kejalan-Mu yang terang
Aku ingin ampunan Tuhan
Atas khilaf yang telah terjamahkan
Dalam setiap napas kehidupan yang masih kau berikan

Dhedi R Ghazali
Yogya, 1 Mei 2014


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas
 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger