Home » , , , » Menggapai Cita-Cita ( Kisah Nyata )

Menggapai Cita-Cita ( Kisah Nyata )

Dhedi R Ghazali | Thursday, May 01, 2014 | 5komentar
Menggapai Cita-Cita ( Kisah Nyata )
Assalamualaikum wr.wb
Dengan mengucap Bismillah,
     Lewat tulisan ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama melalui berbagai proses rekrutmen CPNS ( Calon Pegawai Negri Sipil ) Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mampu menjadi penyemangat serta motivasi bagi para rekan-rekan yang nantinya akan mencoba untuk mendaftar menjadi CPNS Kementerian Hukum dan HAM di tahun-tahun berikutnya.
    Sebelum saya memulai cerita dan pengalaman saya, alangkah baiknya saya memberitahukan kepada para pembaca , apa yang nantinya akan saya ceritakan lewat tulisan ini adalah sebuah fakta yang insyaallah tidak ada rekayasa didalamnya.  Nama saya Dhedi Rusli Ghazali, tinggal di Kabupaten Bantul. Saat ini sedang menempuh kuliah disalah satu Universitas Swasta di Yogyakarta, Jurusan Sistem Informasi. Saya merupakan salah satu pendaftar CPNS yang lolos seleksi di Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012. Insyaallah tertanggal 1 April 2013 SK saya sudah turun dan selangkah lebih dekat untuk menggapai cita-cita saya menjadi seorang PNS. Saya adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara di sebuah keluarga yang sederhana. Meskipun demikian saya sangat berbangga dan bersyukur telah dikaruniakan keluarga yang menurut pribadi saya amat sangat berharga dan tak akan ternilai harganya, terutama kedua orang tua saya yang selalu memberikan semangat disaat saya melewati masa-masa sulit ketika proses rekrutmen CPNS KEMENKUMHAM DI. Yogyakarta. Ayah saya hanyalah seorang penjahit sederhana yang membuka usaha dirumah, sedangkan ibu saya adalah seorang pedagang makanan tepatnya berjualan Soto dan gado-gado. Kenapa saya menceritakan latar belakang keluarga saya, hal ini dikarenakan saya ingin memberikan sebuah pesan kepada pembaca bahwa dalam mencapai sebuah cita-cita khususnya cita-cita menjadi PNS Kementerian Hukum dan HAM, latar belakang keluarga “TIDAK” bisa dijadikan alasan untuk kita pesimis dan menyerah dalam menggapai cita-cita tersebut. Karena didalam syarat-syarat mendaftar CPNS khususnya Kementerian Hukum dan HAM “TIDAK” ada syarat yang menganjurkan kita harus berasal dari keluarga yang mampu, kaya, terpandang dan lain sebagainya. Maka jangan pernah menjadikan latar belakang keluarga sebagai alasan serta hambatan untuk tidak berusaha menggapai apa yang kita inginkan terutama dalam usaha menjadi PNS Kementerian Hukum dan HAM. Karena jika kita merasa minder dengan latar belakang keluarga kita, maka bisa saya katakan “ ANDA TELAH MENYERAH SEBELUM BERPERANG “ .

    Keberhasilan saya dalam menggapai cita-cita saya untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan insyaallah menjadi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum dan HAM bukanlah suatu keberhasilan yang mudah didapat dengan cara yang instan. Semua saya gapai dengan penuh perjuangan, pengorbanan dan semangat serta percaya diri yang tinggi. Bukan kali pertama pula saya mendaftar CPNS Kementerian Hukum dan HAM. Saya sudah 2 kali mendaftar CPNS kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kenapa saya bercita-cita menjadi seorang PNS, jujur karena saya ingin mengangkat derajat orang tua saya di mata masyarakat dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa saya dan keluarga saya mampu serta sanggup berperestasi. Tak dipungkiri, menjadi PNS adalah keinginan banyak orang tak terkecuali pemuda didaerah kelahiran saya, karena menjadi seorang PNS akan secara otomatis membuat kita mempunyai sebuah kedudukan dimasyarakat dan tidak akan dipandang sebelah mata lagi. Dikehidupan sekarang, kesenjangan sosial sangat terasa dilkalangan masyarakat. Untuk itulah saya ingin sekali membuktikan bahwa saya mampu menjadi PNS melalui seleksi serta lolos dengan murni tanpa menggunakan “JASA”. Karena yang selama ini sangat melekat dimasyarakat bahwa seorang yang  lolos seleksi CPNS sebagian besar adalah “ ORANG BAWAAN”. Bagi saya semua itu tidak membuat Pesimis saya, apapun yang kita inginkan harus kita usahakan. Sebagai manusia kita hanya bisa berncana dan berusaha, sedang hasil akhir adalah sepenuhnya Kehendak Allah SWT.

    Tahun ini bukanlah pertama kalinya saya mendaftar CPNS Kementerian Hukum dan HAM DI Yogyakarta. Sudah 2 kali saya mendaftar, dan alhamdulillah pendaftaran tahun 2012 ( pendaftaran kedua ), saya dapat lolos seleksi dan menjadi CPNS tertanggal 1 April 2013 di Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta. Pada tahun 2010 yang lalu, saya juga mendaftar CPNS. Waktu itu saya tidak lolos seleksi ditahap Tes Tertulis. Pada pendaftaran pertama tersebut, beredar dimasyarakat bahwa 80% sudah orang “BAWAAN”, sedang sisanya baru lolos seleksi murni. Saya waktu itu sempat pesimistis, namun seiring waktu dan atas nasehat orang tua saya, saya tidak pernah memikirkan berita tersebut. Entah berita itu benar atau salah, saya tidak mau tahu. Yang saya lakukan hanyalah berusaha dan terus berusaha agar saya bisa lolos seleksi tersebut. Singkat cerita dipendaftaran tahun 2010 tersebut saya hanya sampai pada tes tertulis dan tidak lolos dites tersebut. Sempat saya merasakan prustasi dan mulai putus asa waktu itu. Dipikiran saya mulai menyeruak sekumpulan mainset yang negatif. Saya mulai berfikir bahwa saya memang tidak mampu menjadi PNS dan parahnya lagi saya juga berfikir bahwa menjadi seorang PNS hanyalah diperuntukkan orang-orang yang mempunyai modal Uang yang besar. Pemikiran-pemikiran negatif tersebut sangat mengganggu pikiran saya selama 1 tahun teakhir sehingga saya memutuskan untuk meneruskan Pendidikan saya kejenjang perguruan tinggi dan berniat tidak akan mendaftar menjadi PNS lagi.

    Selang 2 tahun kemudian tepatnya sekitar pertengahan bulan Juli tahun 2012, dibuka kembali rekrutmen CPNS Kementerian Hukum dan HAM. Waktu itu saya sudah berada disemester 6 awal semester 7. Suatu hari saya didatangi teman, sebut saja namnya Galih. Saya tidak akan lupa dengan dia, karena tanpa dia saya tidak akan pernah lolos seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah DI Yogyakarta. Waktu itu kalau tidak salah tepat 3 hari sebelum pendaftaran ditutup, Galih datang kerumah saya dan memberitahu kalau ada lowongan kerja CPNS via online. Dia mengajak saya untuk ikut mendaftar, saya sempat ragu-ragu selain karena saya berniat menyelesaikan kuliah dulu dipikiran saya juga masih ada sisa-sisa kekecewaan kegagalan waktu pendaftaran tahun 2010. Saya menanggapi ajakan itu dengan tidak serius dan hanya tersenyum-tersenyum saja waktu itu. Akhirnya saya menolak untuk ikut mendaftar. Malam harinya  setelah makan malam bersama ayah saya, sekitar pukul 19.30 WIB, saya sharing dengan beliau. Meminta pendapat beliau sebaiknya apa yang harus saya lakukan, ikut mendaftar atau tidak. Selama 30 menit beliau meberikan pendapat yang menurut saya juga sebagai pelecut semangat saya. Beliau berkata yang intinya , tidak ada salahnya mencoba. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu apa hasil yang kita dapat. Seandainya kita gagal, pasti kita akan mendapatkan pengalaman berharga yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Ada kata-kata yang sampai saat ini masih sangat melekat dipikiran saya, beliau berkata “ Le, awake dhewe manungso iku mung iso berencana lan usaha, nek masalah hasile iku wes wewenange Gusti Allah. Nek awake dhewe ra usaha lan doa, Gusti Allah ra bakal ngenehi dalan !” Artinya, Nak, kita manusia itu hanya bisa berencana dan berusaha, sedang maslah hasil itu adalah Kehendak Allah SWT. Kalau kita tidak mau berusaha dan berdoa, Allah SWT tidak akan memberi jalan kepada kita. Kata-kata itulah yang sampai saat ini menjadi prinsip saya dalam menjalani kehidupan, nasehat itu pula yang membuat saya kembali bergairah untuk memulai dari awal usaha saya dalam menggapai cita-cita saya menjadi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum dan HAM.

    Akhirnya saya bertekad untuk berusaha kembali mendaftar CPNS dan membuang jauh-jauh masa lalu ditahun 2010 yang gagal melewati seleksi CPNS. Seketika setelah saya sharing dengan ayah saya, sekitar pukul 20.30 WIB saya langsung pergi kewarnet untuk mendaftar online. Saya mendaftar menggunakan ijazah SMA sebagai Pengamanan Pemasyarakatan ( sipir ). Dari sinilah awal cerita perjuangan saya melewati tahapan demi tahapan samapai akhirnya saya lolos seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM tahun 2012. Pagi harinya, berarti 2 hari sebelum pendaftaran ditutup, saya harus bisa melengkapi syarat-syarat administrasi yang nantinya dikirim ke Kantor Wilayah. Saya benar-benar memulai dari nol, belum ada satu syaratpun yang sudah saya miliki. Mulai dari legalisir ijazah SD, SMP dan SMK, SKCK, Kartu Pencari Kerja, Surat keterangan Sehat dan syarat-syarat lainnya. Sempat saya kembali berfikir apakah saya sanggup melengkapi syarat-syarat tersebut selama 2 hari ??. Namun saya teringat kata-kata ayah saya yang menuntut saya untuk berusaha sekuat mungkin. Dan disinilah kata-kata orang tua saya terbukti, bahwa pengalaman itu akan sangat berharga dikemudian hari. Karena pengalaman saya mendaftar CPNS tahun 2010, maka saya sudah tahu apa saja yang perlu saya lakukan pertama kali untuk melengkapi syarat-syarat tersebut. Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka percaya diri saya mulai tumbuh. Hari pertama saya lewati untuk mencari surat keterangan sehat serta legalisir ijasah. Malam harinya saya membuat surat lamaran. Hari berikutnya saya melengkapi syarat yang lain yaitu mencari SKCK dan Kartu Pencari Kerja. Sampai akhirnya semua syarat sudah lengkap dan tinggal menngirim via pos.
Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya keluar pengumuman bahwa saya lulus seleksi berkas. Dan menuju tahap berikutnya yaitu cek fisik dan penyesuaian berkas yang telah dikirim via pos dengan data yang asli. Saat tahap berikutnya, saya tidak sendirian lagi. Galih juga lolos tahap pertama, dan mulai dari sini saya melanjutkan tahap berikutnya bersama dia. Mulai dari sini pula ada kejadian yang lucu sekaligus membuat saya mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Ditahap cek fisik saya lalui dengan mulus, maklumlah secara fisik tahun kemarinpun mulai dari berat badan, tinggi badan saya sudah memenuhi syarat, jadi sudah optimis lolos. Namun ternyata ditahapan penyesuaian berkas, tidak saya lalui dengan mulus. Waktu itu ternyata ada salah satu surat yang lupa tidak saya bawa yaitu KK ( Kartu Keluarga ). Dan itu saya sadar saat ditanya oleh panitiua seleksi,
“ KK dibawa gak mas ???”.
 Karena gugup, saya jawab aja “  Gak bawa Bu, terus gimana Bu??.
Panitia tersebut jawab “ YA kalau tidak ada KK berarti gak lengkap, dan tidak lulus”. Seketika itu juga saya terdiam, dan mulai kebingungan.
Akhirnya saya mendapatkan ide, saya bertanya pada panitia tersebut” Kalau saya ambil dulu gimana bu?
Dijawab “ Bisa saja, tapi harus antri dari awal “.
Akhirnya saya putuskan menghubungi adik saya untuk membawakan KK tersebut ke tempat pendaftaran. Waktu itu pas Puasa Ramadhan, dan saya harus mulai antri di antrian paling belakang. Seharian saya menunggu giliran, cuaca panas menyengat tak saya hiraukan dan Alhamdulillah meskipun demikian saya tetap mampu melanjutkan puasa saya. Sampai akhirnya saya lolos tahap tersebut dan lanjut ke tahap tes SAMAPTA.
Karena jadwal tes SAMAPTA masih lama, maka ada waktu untuk mempersiapkan fisik dengan latihan-latihan. Sedikit banyak saya tahu apa saja yang dilaksanakan saat tes tersebut dari pengalaman pendaftaran tahun 2010. Selang waktu , saya tidak hanya berdiam diri. Setiap 2 x dalam seminggu saya latihan, seperti lari sore, latihan push up dan benar-benar melatih fisik saya untuk menghadapi tes selanjutnya. Saat itupun saya sudah mulai mencari latihan-latihan soal online tes tertulis, berkaca dari pengalaman tahun 2010 yang gagal dalam tes tertulis saya bertekad untuk benar-benar memanfaatkan waktu saya untuk belajar dan belajar. Saya optimis sekali akan lolos tes SMAPTA, dan akan mampu melanjutkan tes tertulis. Maka itu saya mulai belajar. Setiap malam saya belajar mengerjakan soal-soal tertulis yang bisa didownload gratis. Maklum, mengingat keuangan yang minim jadi Cuma bisa belajar dengan soal-soal gratis, bukan dari buku-buku yang dijual. Tidak cukup sampai disitu, selain mengumpulkan soal-soal CPNS, saya juga mencari inspirasi dari orang-orang yag telah diterima menjadi PNS . Ketika banyak rekan-rekan yang sibuk dengan kuliah yang sudah mulai masuk semester2 akhir, kebetulan waktu itu juga pas saat saya sedang menjalankan KKL ( Kuliah Kerja Lapangan ) justru saya palah menyibukkan diri dalam persiapan tes CPNS tahap berikutnya, sampai pada akhirnya kuliah saya sempat terbengkalai dan nilai yang didapat pun tidak sebagus nilai-nilia kemarin. Yang ada dipikiran saya waktu itu hanyalah, kesempatan ini tidak boleh saya lewatkan sedang masalah kuliah bisa diperbaiki nilainya dengan jalan mengambil ulang mata kuliah meskipun harus memabayar registrasi ulang setiap SKSnya, namun saya berfikiran kalau saya diterima CPNS kali ini, saya rasa masalah uang tidak akan terlalu menyulitkan lagi. Kembali saya teringat nasehat ayah saya yang mengatakan manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Saya mulai berdoa setiap saat, setiap shalat maghrib serta shalat isya saya berjamaah dimasjid dan setiap selesai shalat saya selipkan doa agar saya dilancarkan dalam menghadapi tes CPNS serta lolos dalam setiap tahap seleksinya. Kebetulan waktu itu pula sedang dalam bulan ramadhan, saya juga kadang melaksanakan shalat malam dimasjid bersama Ayah saya disitu pula saya tidak lupa meminta dan memohon pertolongan dari Allah SWT. Tidak cukup disitu saja, saat hari raya, didaerah saya ada tradisi “ Sungkeman”. Tradisi ini adalah sungkem pada saudara serta tetangga yang lebih tua dari kita, saat sungkeman pun saya meminta doa dari orang-orang yang saya sungkemi, setiap sungkeman saya selipkan doa “ kula nyuwun donga pangestunipun mugi-mugi nopo kemawon ingkang kula cita-cita aken saget dipun ijabahi kalian Allah SWT “ Artinya, saya minta doanya agar apa saja yang saya cita-citakan dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Waktu itu didalam hati saya berkata cita-cita saya untuk saat ini adalah diterima CPNS, semoga cita-cita tersebut dapat tercapai.

Singkat waktu tibalah waktu tes SMAPTA dimulai. Waktu itu tes dilaksanakan di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta. Saat tes tersebut setiap peserta dianjurkan untuk membuat nomor dada yang telah ditentukan oleh panitia. Malam hari sebelumnya saya sudah membuat nomor tersebut, namun kembali lagi terjadi kejadian yang tidak diduga. Nomor yang harusnya ditulis 4 digit angka terakhir nomor pendaftaran, ternyata saya hanya menuliskannya 3 digit. Panitiapun tidak menerima hal tersebut, akhirnya saya kembali keluar stadiun saya lihat diluar banyak orang yang menyediakan jasa pembuatan nomor dada. Namun kalau tidak salah , setiap nomor dada dihargai 20 ribu. Sedangkan saya hanya membawa uang 15 ribu, saya sempat kebingungan. Akhirnya saya berinisiatif untuk membuat ulang nomor dada saya, nomor dada yang sudah saya buat saya renovasi untuk membuat nomor dada baru. Saya mencari toko yang menjual spidol warna hitam, akhirnya saya beli spidol tersebut dengan harga Rp. 2000. Saya tulis kembali nomor yang 4 digit dibalik nomor yang 3 digit, menuliskannya pun tidak sesuai aturan mungkin waktu itu nomor dada yang paling jelek adaah milik saya. Maklum dibuat mendadak saat itu juga. Akhirnya nomor dada tersebut selesai saya kerjakan, dan mulai antri mendaftar tes lagi dari urutan belakang lagi. Saat itu sudah pukul 11 siang saya akhirnya mendapat giliran. Saat saya dipanggil, untuk tes SMAPTA, salah seorang panitia bertanya, “ Mas nomor dadanya kug penulisannya tidak sesuai dengan ketentuan “. Saya pun menceritakan hal yang terjadi sebenarnya, untunglah panitia tersebut mengerti dan mengizinkan saya uttuk mengikuti tes tersebut. Waktu tes tersebut saya mampu berlari 6 putaran lapangan selama 11 menit, mampu sit Up sebanyak 40 x daam 1 menit, push up 20 x dalam 1 menit dan lari zig-zag sebagai yang tercepat dalam kelompok saya. Akhirnya tes tersebut mampu saya lewati, dan tinggal menunggu pengumuman dari panitia.

Akhirnya tibalah hari pengunguman kelolosan tes SMAPTA, waktu itu pengumuman ditempel didaerah Kanwil Kemenkumham DI. Yogyakarta, saya pun datang kesana dan Alhamdulillah lolos tes SMAPTA. Yang lolos tes tersebut masih berjumlah ribuan orang.  Saat melihat pengumuman tersebut, banyak orang yang menjajakan soal-soal latihan soal-soal CPNS. Waktu itu banyak rekan-rekan yang lolos berbondong-bondong membeli latihan soal tersebut, namun tidak bagi saya karena memang tidak mempunyai uang. Namun saya tidak begitu saja menyerah, saya mencari kenalan yang membeli soal-soal tersebut, dan saya pinjam untuk difoto copy yang harganya akan relatif lebih murah. Akhirnya saya pun juga punya latihan soal tersebut, meskipun hanya foto copy. Bagi saya yang penting masih bisa dibaca dan dipelajari.  Hari demi hari menunggu waktu tes tertulis saya lewati dengan terus mempelajari kumpulan soal yang saya punya, baik hasil download di internet maupun pinjam dari teman. Selama itupun saya mulai teringat masa lalu yang gagal dalam tes tertulis, namun justru hal tersebutlah yang memicu semangat saya untuk lebih keras berusaha. Waktu itu pula, nada-nada pesimis dari teman-teman dan tetangga mulai terdengar. Tetangga dan teman-teman saya mulai berkata, “ Kowe ra bakal iso lolos, sing lolos ki wes cah gawan kabeh, rasah mimpi dhuwur-dhuwur mung stres ngko, mending fokus kuliah”. Artinya, “ Kamu tidak akan bisa lolos, yang lolos itu sudah orang “BAWAAN” semua, tidak usah bermimpi tinggi-tinggi daripada palah stres, lebih fokus kuliah saja “. Namun saya Cuma tersenyum saja mendengar kata-kata tersebut, sambil saya jawab “ arep wong gawan, ora gawan, ra tak pikir. Sing penting aku wes usaha karo doa, nek ra lolos yowes berarti dudu rezekiku”. Artinya, Mau orang “bawaan” atau tidak, saya tidak mau memikirkan hal itu. Yang penting saya sudah berusaha dan berdoa, jika memang tidak lolos ya berarti bukan rezeki saya.

Banyak sekali berita yang beredar tentang orang “BAWAAN” waktu itu, tapi saya tidak mau tahu dan tidak mau terpengaruh dengan kata-kata tersebut. Tetap optimis dan tetap belajar untuk menghadapi tes tertulis, itulah hal yang saya lakukan. Toh yang mendaftar itu saya, bukan mereka yang bisanya Cuma ngomong saja tanpa tahu fakta yang ada. YA meskipun entah berita itu benar atau tidak, saya juga tidak tahu dan tidak mau tahu, saya tetap fokus terhadap usaha dan doa dalam mencapai tujuan saya. Sampai pada akhirnya malam hari sebelum ujian tertulis, saya menyiapkan alat-alat yang diperlukan. Pagi harinya, tes tertulis dimulai. Sebelum berangkat, saya sempatkan melakukan shalat dhuha terlebih dahulu untuk meminta kemudahan pada Allah SWT. Setelah itu, saya sungkem pamit dengan ayah,ibu dan nenek saya dan meminta doa mereka. Ditempat ujian, saya lihat disamping saya sudah membawa pensil baru, penghapus baru, pengerta baru, dan alas papan yang terlihat baru pula. Saya pun mulai menyiapkan peralatan, yang saya bawa adalah pensil yang tinggal seperempat batang, penghapus yang tinggal separo dan alas papan yang saya buat sendiri dari triplek bekas maenan ponakan saya. Yang sering dia gunakan untuk belajar menulis dan menghitung dengan kapur. Maklum saya hanya ingin mamksimlakna alat-alat yang sudah ada dan masih bisa digunkan, toh juga Cuma digunakan untuk satu hari tersebut, jadi saya tidak membeli peralatan baru. Tibalah waktu tes dimulai, saat tes dilaksanakan, banyak rekan-rekan sekitar saya duduk yang saling contek mencontek satu sama lain, . Bahkan ada yang sempat minta jawaban dari saya, namun saya hanya diam. Sampai akhirya dia berbisik pada teman sebelahnya menyindir saya dengan kata-kata “ Sok pintar , gak bakalan lulus dia”. Saya pun tidak gubris kata-kata mereka, Cuma beristighfar dan tetap fokus mengerjakan soal tersebut. Sisa waktu tinggal sebentar lagi, rekan-rekan yang lain sudah mulai berhamburan keluar ruangan. Namun tidak bagi saya, waktu yang masih ada saya gunakan untuk mengoreksi ulang jawaban-jawaban saya. Sampai akhirnya dinyatakan waktu habis, baru saya keluar ruangan. Singkat cerita akhirnya tes tertulis tersebut sudah selesai saya hadapi.

Hari demi hari saat menunggu hasil tes tertulis, saya tetap memanjatkan doa agar dapat lolos tes tertulis tersebut. Saat itu pengumuman sempat ditunda sebanyak 2 x. Saya pun sempat mulai pesimis.Agar tidak terlalu kepikiran, saya kembali fokus dan mulai memperbaiki nilai-nilai kuiah saya serambi menunggu hasil tes tersebut. Suatu hari saya jatuh sakit karena terlalu kelelahan saat diajak saudara pergi kesragen ke tempat saudara saya. Saya sempat dirawat inap selama 3 hari. Di RS dokter mengatakan saya kecapekan dan terlalu banyak pikiran. Jujur mamang waktu itu saya kepikiran hasil tes yang sempat ditunda 2x, pesimistis sempat menyelubungi hati saya hingga saya jatuh sakit. Saat sakit saya Cuma bisa berbaring di RS, dan masih memikirkan hasil tes. Suatu hari ayah saya berkata “ Wes, rasah dipikerke, Insyaallah ketompo, tak dongake. Ndelok ne mu usaha wae aku wes seneng le “. Artinya : Sudah, tidak usah dipikirkan, Insyaallah diterima, tak doakan. Melihat usaha keras kamu saja, saya sudah senang nak. Mendengar kata-kata tersebut saya terenyuh dan pengen segera sembuh serta sangat berharap saya bisa lolos tes tersebut. Akhirnya saya diperbolehkan pulang oleh pihak RS, waktu itu kalau tidak salah tiga hari sebelum pengumuman tes yang ketiga kalinya. Tibalah waktu pengumuman tes, pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB, saya pergi kewarnet untuk melihat pengumuman. Saat saaya buka pengumuman, begitu kaget bercampur senag, haru dan seolah tidak percaya , tenyata di pengumuman tersebut ada nama DHEDI RUSLI GHAZALI . Seketika itu juga saya bersujud syukur kepada Allah, hasilnya lalu saya print dan saya bawa pulang. Sesampainya dirumah, saya memberikan hasil tersbut, langsung ayah sama ibu saya memeluk saya dan mengucapkan selamat. Setelah itu, saya kabari kakak saya yang berada di Tegal, dia pun menangis mendengar kabar bahagia tersebut. Sungguh sangat bersyukur sekali Kepada Allah Yang telah mengabulkan doa saya. Meskipun demikian , masih saja ada beberapa orang yang belum percaya saya lolos tes. Bahkan sempat ada kata-kata “ Nganggo duit piro kowe kug iso ketompo’? Pakai uang berapa juk kamu bisa diterima. Saya jawab “ Po yo bakul soto ro tukang jahit duwe duit puluhan juta nggo mbayari ben ketompo???”. Apa penjual soto dan penjahit punya uang puluhan juta buat membayari biat bisa diterima???. Demi Allah dan Kedua orang tua saya, Saya bisa lolos tes ini tidak dengan uang suap satu rupiahpun.

Singkat cerita adalah menuju pemberkasan ulang. Dipemberkasan ulang saya harus menyiapkan dan membuat ulang kembali SKCK, Karti Pencari Kerja, Kartu Sehat dan surat bebas narkoba. Untuk membuat semua itu diperlukan uang ratusan ribu, dan jumlah tersebut bagi keluarga saya bukanlah jumlah yang sedikit. Terlebih lagi uang tabungan sudah terkuras untuk biaya pengobatan saya di RS. Sampai akhirnya orang tua saya menggunakan uang sisa tabungan untuk membayar kuliah adik saya. Saat itu saya berjanji, “ Besar uang yang sudah orang tusa saya keluarkan selama tes CPNS ini akan saya kembalikan 2 x lipat saat saya sudah mendapat gaji dari pekerjaan saya ini’. Itu dan nadzar saya. Melihat perjuangan, pengorbanan serta dukungan orang tua saya, saya akan memabalas semua itu dengan hasil jerih payah saya. Sebisa mungkin dengan gaji saya besok, saya akan membahagiakan dan membanggakan orang tua saya. Pada akhirnya, tanggal 1 April 2013 besuk adalah hari penyeraha SK. Saya diterima sebagai Pengamanan Pemasyarakatan di LAPAS II B Wates. Namun ini bukanlah akhir dari perjuangan saya untuk mendapat gelar PNS karena saat ini saya masih berstatus CPNS. Semoga saya segera diangkat sebagai PNS dan membuat bangga keluarga serta saudara-saudara saya. Dan lewat pekerjaan saya ini, sebisa mungkin saya akan mengabdikan diri saya untuk Allah SWT, untuk orang tua saya dan untuk Negara saya yaitu Negara Republik Indonesia. Itulah cerita dan pengalaman saya saat menjalani tahap demi tahap rekrutmren CPNS KEMENKUMHAM Kanwil DI. Yogyakarta, semoga bisa menjadi inspirasi dan semangat bagi rekan-rekan semua. Ada beberapa point penting yang ingi saya sampaikan bagi rekan-rekan yang ingin mendaftar CPNS terutama CPNS KEMENKUMHAM ditahun depan, yaitu :

1.    Jangan pernah menjadikan latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi kita sebagai hambatan dan alasan dalam menggapai cita-cita. Apapun latar belakang keluarga kita, tidak pernah jadi masalah terutama utuk mendaftar CPNS Kementerian Hukum dan HAM.
2.    Jangan terlalu lama terpuruk dalam kegagalan, karena kegagalan bukanlah akhir akan tetapi jadikan kegagalan tersebut sebagai pengalaman untuk kemudian hari.
3.    Teruslah berusaha, karena kalau kita tidak mencoba dan berusaha kita tidak akan pernah tahu apa hasilmya. Jangan berfikir semua dalah keberuntungan, karena keberuntungan juga perlu diusahakan.
4.    Kita sebagai manusia hanyalah bisa berencana dan berusaha, sedang hasil akhir adalah milik Allah SWT. Tetaplah berdoa dan terus berusaha, jangan pernah berhenti mencoba karena kita akan kalah saat kita mulai berhenti untuk mencoba.
5.    Mohon doa dan restu orang tua dalah penting adanya. Tampa mereka kita tidak akan bisa apa-apa.
6.    Apapun kata orang lain yang negatif, jangan pernah terlalu difikirkan. Tetap optimis, dan fokus untuk mencapai tujuan kita.

Itulah cerita dari saya, dan saya tegaskan sekali lagi ini adalah realita, “ DEMI ALLAH DAN KEDUA ORANG TUA SAYA, SAYA LOLOS MENJADI CPNS KEMENKUMHAM TIDAK MENGELUARKAN UANG SUAP SATU RUPIAHPUN. SAYA LOLOS DENGAN HASIL USAHA DAN DOA”.
Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi serta motivasi. Sekian dan terima kasih. Saat ini saya tengah menempuh skripsi untuk mendapat gelar Sarjana Komputer, saya minta doa agar saya dapat lulus dengan hasil yang maksimal. Dan semoga saya bisa emnggapai cita-cita saya dan  diangkat menjadi PNS secepatnya. Amin .....

Wassalamualaikum,.wr.wb . . .


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)



Share this article :
Kehidupan Tanpa Batas

5 komentar:

RENDI RIZKIANDI said...

Sangat menyentuh hati ceritanya sobat.menginspirasi saya untuk selalu berjuang ingin menjadi pns semoga tahun ini saya lolos cpns amin Ya Allah

Dhedi R Ghazali said...

Salam semangat mas Rendi. Semoga sedikit tulisan saya tersebut dapat bermanfaat. Dan saya doakan agar mas segera dapat menggapai cita menjadi abdi negara. Aamiin
Tetap semangat dan jangan menyerah. Niat, usaha dan doa.

Karlina Dewi said...

assalamualaikum. mas saya juga daftar cpns kemenhukam. saya yakin kalo tahap administrasi bisa lolos. Kira kira materi tes tulis sama wawancara materinya apa aja waktu kamu daftar mas? mohon infonya mas.

Dhedi R Ghazali said...

Waalaikumsallam mba dewi
Kalau pas saya dulu tahapan tesnya seperti ini
1. Pendaftaran online
2. Melengkapi berkas secara langsung/verifikasi berkas sekalian dicek berat badan, tinggi badan, ada tato apa enggak.
3. Res fisik meliputi lari selama menit, push up, lari zigzag dan lari sprint serta sit up
4. Tes tertulis. Jika tes tertulis silahkan dipersiapkan dari awal. Dan saya sarankan agar lebih difokuskan untuk belajar tes kemampuan dasar yang mengutamakan kemampuan logika. Banyak digoogle contoh soal serta penyelesaiinya. Silahkan dipelajari dan dipahami karrna untuk soal iru mempunyai bobot nilai paling banyak. Namun belajar pula tentang ketatanegaraan dan sejarah indonesia. Biasanya soalyang keluar tiap tahunyya mirip2.

Tidak ada tes wawancara saat itu. Semiga dimudahkan dan dilancarkan serta diberi kelulusan. Aamiin. Jangan lupa berdoa dan minta doa keluarga utamanta kedua orang tua.

Ibu Fabina said...

Saya sangat mengapresiasi tulisan Mas ini. Karena saya pun masuk PNS tanpa uang dan rekomendasi saudara. Semoga menjadi masukan bagi teman2 semua bahwa masuk PNS murni hasil tes memang ada

Post a Comment

 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger