Home » , » Puisi Untuk Tuhan

Puisi Untuk Tuhan

Dhedi R Ghazali | Sunday, May 04, 2014 | 2komentar
Puisi Untuk Tuhan
Sebuah puisi tak ubahnya sebagai ungkapan perasaan yang ingin disampaikan lewat keindahan tulisan. Berbagai puisi banyak tercipta dengan tema yang berbeda, mulai dari percintaan, persahabatan, kehidupan dan tentu juga yang bertemakan keagamaan. Kali ini saya akan membagi puisi hasil karya saya sendiri dengan tema keagamaan. Disini saya akan membagi dua buah puisi yang tercipta saat saya merenung dalam kesendirian dan teringat akan kematian. Rasanya pikiran saya saat itu begitu saja melayang dan hadirkan banyak pertanyaan tentang apa yang telah saya lakukan di dunia ini? Sudahkah saya menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya? Sudahkah ayat-ayat Allah saya baca dan amalkan?. Dari berbagai pertanyaan tersebut saya merasa takut. Lantas kala itu saya tidak bisa tidur hingga tengah malam. Sampai akhirnya saya putuskan untuk melaksanakan shalat malam. Dan saat itulah hati saya bergetar dengan diiringi rintihan memohon ampun kepada-Nya. Berikut ini adalah dua puisi yang saya ciptakan, semoga dapat memberikan kebaikan bagi kita semua.

Ayat-Ayat Berdebu

Ayat-ayat itu tergeletak di lemari-lemari berdebu
Sekedar pajangan di pojokan ruangan
Terjamah oleh sarang laba-laba
Juga beberapa rayap yang menggerogotinya, perlahan

Tak terbaca
Apalagi termaknakan
Dan mustahil teramalkan...

Ayat-ayat itu kini berdebu
Diselimuti kotoran-kotoran cicak
Penuh bercak-bercak
Tak nampak jejak-jejak pemiliknya
Tertinggalkan oleh fana dunia

Lalu dimana ayat-ayatmu?
Mungkinkah juga berdebu?


Aku Malu Dengan-Mu
Oleh: Dhedi R Ghazali

Aku...
Berlumuran dosa-dosa
bermandikan air kubangan nista
kotor, busuk
tiang-tiangku remuk tak berbentuk
: melapuk

Ya Allah,
berulang dan berulang kali syetan berhasil membujukku
menebarkan benih-benih kemaksiatan
yang kini tumbuh menjadi pohon-pohon berbuah dosa
berakar menjalar, menjalari setiap perbuatan

Ya Allah,
berkali-kali dan berulangkali iman ini mati
lemah tak terpapah
: enyah sudah

Ya Allah,
ampunilah aku
belenggulah nafsu yang menggebu
kokohkanlah tiang-tiangku
berikanlah hidayah-Mu
tumbangkanlah pohon-pohon dosaku
tebarkanlah dzikir-dzikir di hatiku
kembalikan aku ke jalan-Mu
aku mohon kepada-Mu

Sesungguhnya aku malu pada-Mu
dengan segala kesadaranku

Yogya, 1 April 2014



Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yang memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)




Share this article :
Kehidupan Tanpa Batas

2 komentar:

LarikSyair said...

Tergetar hati menilik larik puisi
Tuhan, mohon bukakan maaf untuk diri

Dhedi R Ghazali said...

Semoga Tuhan selalu melindungi kita. Aamiin
Terimakasih udah sempat singgaj di gubuk saya ini.

Post a Comment

 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger