Home » , » Kumpulan Puisi Kehidupan

Kumpulan Puisi Kehidupan

Dhedi R Ghazali | Monday, January 06, 2014 | 6komentar

Kumpulan Puisi Kehidupan
Ini adalah beberapa puisi kehidupan. Puisi tentang kehidupan yang tercipta dari sebuah fakta yang ada. Kumpulan puisi yang terisnpirasi ketika saya menyelusuri kehidupan kota yogyakarta. 

TERUS BERJALAN

Berjalan menelusuri kehidupan
Diatas kerikil-kerikil tajam
Menusuk kaki perih
Ribuan rintang menghadang
Disetiap jalan yang dilewati
Namun, tak mungkin berhenti

Angan masih jauh disana
Belum terlihat dipelupuk mata
Kaki mulai goyah
Namun, tak mungkin menyerah
Asa dan cita masih terlalu jauh
Untuk direngkuh dan digenggam erat

Dan pada akhirnya
Mereka akan terus berjalan
Menelusuri setiap lorong kehidupan
Hingga datangnya kematian

PENGAMEN YOGYA

Mentari pagi menyentuh kulitnya
Silaukan mata
Membawanya pergi dari dunia fana
Dan dia mulai beranjak dari mimpinya
Menuju kehidupan nyata

Diambilnya gitar lalu dia berjalan
Menuju keramaian
Lalu dia bernyanyi menyambut pagi
Bersama gitar yang dia bawa

Dia mainkan dan mendendangkan
Lantunan perjalanan kehidupan
Menghasilkan sebuah nada penuh makna
Sang Pengamen Kota Yogya

SI RUDI TUKANG SEMIR

Si Rudi tukang semir jalanan
Berjalan di depan perkantoran
Jajakan jasa kilapkan sepatu
Hingga tengah hari
Tiada orang yang peduli

Terdiam Si Rudi
Dengan kedua tangan memegang kepala
Kulihat sedikit teteskan air mata
Kepalanya mulai menengadah keatas
Terasa terik siang yang semakin panas

Dan dia mulai beranjak
Dengan langkah tegap
Dia tantang dunia
Yakin dan percaya
Tuhan Akan berikan Jalan kepadanya

TAK SEHARUSNYA MEREKA

Lihat diseberang jalan itu
Dan lihat anak-anak kecil itu . .
Tubuhnya dekil memainkan gitar kecil dengan tangannya yang mungil . .

Suaranya sumbang mungkin bergelut dengan lapar . .
Atau karena belum makan . .
Akh sama saja tak ada beda . .

Tapi bukan itu yang kumaksud . .
Buka mata kalian . .
Mereka  sedang berada ditepi jalan . .
Bergelut dengan debu dan asap kendaraan yang lalu lalang . .
Berkelahi dengan panas matahari . .
Tapi yang kulihat tiada sedikitpun keluh dalam hati . .

Kalian tahu apa yang mereka cari?
Aku jawab mereka cari sesuap nasi . .
Ya, mereka cari sesuap nasi
Dan hari demi hari seperti itu
Tiada pernah berbeda tetap slalu sama. .

Sungguh ironi . .
Aku tak mengerti mengapa mereka ditepi jalan ini . .
Harusnya saat ini mereka barmain ditaman . .
Bermain ayunan . .
Bukan lalu lalang ditepi jalan . .

Aku bertanya pada kalian?
Adilkah ini menurut kalian?
Mereka adalah berlian yang  terlupakan . .
Sebuah masa depan yang terbentur kerasnya kehidupan . .

Baca Juga :
Puisi Jatuh Cinta
Puisi Patah Hati
Puisi Untuk Ibu

===========================================================================
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali
Share this article :
Kehidupan Tanpa Batas

6 komentar:

arif keisuke said...

NICE GAN,,

David Aschri Chielietonga said...

jdi nambah wawasan puisi kehidupannya :)

follow and comment back ya
http://d-shilitonga06.blgospot.com/

Dhedi R Ghazali said...

Mskasih gan buat kunjungannya . .

David Aschri Chielietonga said...

mana nih follow dan comment back nya ,
http://d-shilitonga.blogspot.com/

Dhedi R Ghazali said...

Udah gan. Check dulu lagi . .

jus kulit manggis said...

wah bagus sekali pusinya gan..

Post a Comment

 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger